PT Angkasa Pura (AP) I dan II akan melepas kepemilikan sahamnya di PT Garuda Indonesia (Persero) saat maskapai penerbangan ini melaksanakan penawaran publik perdana (initial public offering/IPO).
Deputi Kementerian BUMN Bidang Logistik dan Pariwisata Hari Susetyo mengungkapkan AP I memiliki sekitar 1% dan AP II menguasai 2% saham Garuda. Saham tersebut akan dilepas dalam IPO sebagai mekanisme pembayaran utang maskapai penerbangan milik pemerintah itu.
“Saham yang dilepas itu merupakan hasil konversi piutang AP I dan II di Garuda, dan pengubahan telah disepakati oleh para pihak terkait. Beberapa tahun lalu Garuda memiliki utang di dua pengelola bandara tersebut,” ujarnya hari ini.
AP I dan AP II merupakan perusahaan pemegang saham Garuda Indonesia di samping pemerintah dan PT Bank Mandiri Tbk.
Sementara itu, Direktur Utama AP I Bambang Darwoto saat dikonfirmasi mengungkapkan perseroan memang akan melepas kepemilikan di Garuda Indonesia saat perusahaan penerbangan ini IPO. Namun, dia tidak
menyebutkan nilai nominal piutang yang dimiliki terhadap Garuda.
Merujuk pada saham yang dikuasai Mandiri, bank pelat merah ini menguasai 10,6% saham Garuda. Jumlah ini ekuivalen dengan piutang yang akan dibayar menggunakan saham sebesar sekitar Rp1 triliun.
Dengan mengacu pada jumlah tersebut, piutang AP I kepada Garuda sebesar sekitar Rp100 miliar dan AP II sekitar Rp200 miliar.
Sekretaris Perusahaan Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan perseroan akan melepas sahamnya pada tahun ini. Kendati Bank Mandiri memiliki saham Garuda, namun underwriter belum tentu dipegang oleh Mandiri Sekuritas.
“Kami masih menyeleksi perusahaan-perusahaan yang akan menjadi underwriter,” tegas Pujobroto.
Dalam IPO yang akan dilaksanakan, Garuda Indonesia menargetkan bisa meraup dana sebesar US$300 juta—US$400 juta. Dana akan dipakai untuk ekspansi perseroan.(Bisnis Indonesia)


