Ragam

2019 GMF FOKUS LAKUKAN STRATEGIC INITIATIVES DAN KEMITRAAN

Infopenerbangan.com – Kiprah GMF lebih dari 70 tahun telah mewujudkan perannya sebagai “Total Solutions Provider” yang mampu memberikan solusi perawatan pesawat terpadu dan terpercaya dan juga komitmen untuk menciptakan keamanan dan keselamatan penerbangan, sekaligus menyerap potensi bisnis MRO yang masih sangat besar, di dalam maupun di luar negeri.


Dimulai pada tahun 1949, GMF AeroAsia berawal dari Divisi Teknik Garuda Indonesia Airlines di Bandar Udara Kemayoran dan Halim Perdanakusuma di Jakarta.

Pada tahun 1984, GMF AeroAsia dipindahkan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan berganti nama menjadi Divisi Pemeliharaan & Rekayasa (M&E).

Selanjutnya pada tahun 1998, Divisi M&E berubah menjadi Unit Bisnis Strategis (SBU-GMF), menangani semua kegiatan pemeliharaan armada Garuda Indonesia, sehingga memperkuat daya saingnya.

Akhirnya pada tahun 2002 SBU-GMF dipisahkan dari Garuda Indonesia, dan secara resmi menjadi entitas independen dengan nama PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia.

“GMF sukses melakukan IPO pada September 2017 lalu dan melepaskan 10,89 miliar saham ke publik. IPO ini merupakan yang terbesar dalam industri MRO di Asia sepanjang 17 tahun terakhir”

GMF AeroAsia sekarang berkembang semakin pesat dan dianggap sebagai perusahaan perawatan pesawat terbaik dan terbesar di kawasan ini. Melalui “Hangar 4 GMF”, satu-satunya hangar yang dapat menampung 16 pesawat dan berlisensi Airbus Remote Training Center (ARTC), GMF menyediakan pelatihan reparasi dan perawatan pesawat berstandar internasional.

GMF memberikan keunggulan solusi terintegrasi untuk semua pelanggan di seluruh dunia dan menghadirkan kapasitas pelayanan hingga 1.000 penerbangan per hari di 60 negara melalui 47 line maintenance station di seluruh dunia.

Dari sisi kinerja keuangan, PT GMF Aeroasia pada tahun 2018 berhasil membukukan laba bersih sebesar 30,5 juta dolar AS.

Tahun ini, GMF menargetkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan dan mempertahankan target pertumbuhan double digit. GMF menyasar pendapatan diatas 500 juta dolar AS dengan laba bersih yang diharapkan tumbuh dari tahun sebelumnya. Untuk mencapai target tersebut, GMF akan melakukan akselerasi dalam mengembangkan bisnis dengan meningkatkan kapabilitas dan kapasitas, serta melanjutkan diversifikasi bisnis dengan beberapa mitra usaha.

Di awal tahun 2019, tepatnya tanggal 9 Januari 2019, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) sepakat bekerjasama dengan PT Indopelita Aircraft Services (IAS) anak usaha Pelita Air Service milik PT Pertamina (Persero). Cakupan kerja sama pada perjanjian ini meliputi kerja sama strategis perawatan pesawat terbang dan industrial services.

GMF AeroAsia Garuda (GMFI) juga melakukan kerjasama dengan Lion’s Batam Aero Technic, Kamis 17 Januari 2019, guna menyatukan persaingan untuk bersama-sama mengembangkan industri pemeliharaan, dan perbaikan pesawat (maintenance, repair dan overhaul/MRO). Bermitra nampaknya menjadi salah satu fokus GMF pada tahun 2019 ini, disamping terus melakukan inovasi-inovasi melalui berbagai strategic initiatives. Tuntutan pasar mengharuskan GMF untuk terus menambah kapasitas dan kapabilitasnya.


Direktur Utama GMF, Iwan Joeniarto dalam satu kesempatan menyatakan, pihaknya membuka lebar kesempatan untuk bermitra untuk pengembangan bisnis termasuk juga dengan perusahaan BUMN.
“Kami tidak menutup diri dari program kemitraan dan juga sinergi dengan perusahaan BUMN, tentunya dengan berpegang pada tata kelola perusahaan yang baik. Bermitra adalah langkah akselerasi untuk dapat mengembangkan bisnis demi tercapainya visi menjadi Top 10 MRO di dunia,” paparnya. (*)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close