News

FAA MEMBAHAS KELANJUTAN BOEING 737 MAX

Infopenerbangan.com – TEXAS, FAA (Federal Aviation Administration) menyelenggarakan pertemuan di kantor pusat FAA di Texas dengan 60 regulator dari 33 negara, termasuk Indonesia pada hari Kamis (23/05/3019). Topik yang dibahas adalah kelanjutan nasib B737 MAX yang saat ini masih digrounded.

Pejabat senior FAA memaparkan temuan berdasarkan fakta kejadian yang dialami oleh B737 MAX di Indonesia fan Ethiopia yang merenggut nyawa 346 jiwa dalam jangka waktu 5 bulan.

Pihak FAA akan menyampaikan kesimpulan atas ulasan yang berlangsung terkait proses sertifikasi ulang dan proposal perbaikan yang diajukan pihak Boeing terkait pelatihan pilot dan perangkat lunak (software).

Boeing 737 MAX adalah pemegang rekor penjualan pesawat terlaris dengan pesanan mencapai 5000. Akibat peristiwa kecelakaan yang terjadi mengakibatkan produksinya menurun dan kerugian 1 Miliar dolar Amerika.

FAA meyakinkan pihak regulator manca negara, bahwa tidak akan merelease pesawat tersebut hingga mendapatkan hasil kesimpulan dari badan penasehat teknis multi regulator (Technical Advisory Board) yang melakukan kajian terkait perbaikan perangkat lunak.

Pihak regulator Indonesia telah mempersiapkan diri sebelum pertemuan FAA. Untuk mendapatkan masukan dari praktisi dan profesional di industri aviasi, maka digelar rapat yang dipimpin oleh Dirjen Perhubungan Udara, Polana B Pramesti yang dilaksanakan hari Senin (20/05/2019) bertempat di kantor DKPPU, bandar udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Baca juga: https://www.infopenerbangan.com/masa-depan-b737-max-belum-jelas/

Pemaparan disampaikan DKPPU dan ITPI ( Ikatan Teknik Pesawat Udara Indonesia). Turut hadir dari organisasi profesi Ikatan Pilot Indonesia (IPI), Badan Pengurus ITPI, Direktur DKPPU, Capt. Avirianto dan Salahudin Rafi, Ketua Ikatan Alumni Curug (IAC).

Pada kesempatan tersebut disampaikan juga evaluasi dan rekomendasi dari IPI dan ITPI untuk dibawa ke pertemuan Internasional  di Dallas, Texas, Amerika terkait perkembangan isu terkini B737 MAX.

Rekomendasi yang disampaikan ITPI antara lain, yaitu pesawat Boeing 737 MAX untuk sementara belum bisa dinyatakan laik terbang sebelum adanya tindakan, pekerjaan, perbaikan, atau pembaharuan yang terkait sistem MCAS.

Dengan berbekal tambahan masukan berupa kajian dan rekomendasi dari profesi teknisi dan pilot di Indonesia, maka perwakilan Indonesia akan lebih mempunyai sikap yang harus di pertimbangan pihak pabrikan dan otoritas aviasi di berbagai belahan dunia sebelum menerbangkan kembali B737 MAX (*)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close