Ragam

HAK DAN KEWAJIBAN PENUMPANG, SEBELUM TERBANG

Infopenerbangan.com – Di mana ada hak, di situ ada kewajiban. Demikian pula penumpang pesawat udara. Sering menuntut hak, tetapi sering juga mengabaikan rambu-rambu. penumpang merasa berhak mendapatkan pelayanan prima dari maskapai penerbangan. Apalagi jika sang penumpang sudah membeli kartu frekuensi keberangkatan yang diterbitkan maskapai.

Hukum memang memberikan hak-hak kepada penumpang. Selaku konsumen, UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen memberikan banyak hak kepada penumpang pesawat. Misalnya Hak atas keselamatan, kenyamanan, dan keamanan.

Penumpang yang mengalami delay pada dasarnya menuntut hak mereka atas informasi penerbangan yang akurat, jelas, dan jujur. Perjuangan penumpang memperkarakan delay berbuah manis. Kini ada regulasi yang mengharuskan maskapai memberikan kompensasi tertentu kepada penumpang akibat penundaan keberangkatan.

Penumpang memang sudah selayaknya tahu hak-hak mereka yang timbul sejak membeli tiket. Ironisnya, penumpang alpa membaca detail hak-hak yang tercantum dalam ‘perjanjian’ tiket. Di Garuda, misalnya, begitu seseorang membeli tiket elektronik, pada salinan tiket sudah tertera butir-butir perjanjian yang mengikat kedua belah pihak.

 Ada hak, ada pula kewajiban. Menuntut hak tapi tak melaksanakan kewajiban kurang afdol. Kewajiban utama penumpang adalah mematuhi seluruh aturan penerbangan.

Mematikan telepon genggam adalah kewajiban yang acapkali dilanggar penumpang pesawat di Indonesia. Pramugari atau awak kabin biasanya menyampaikan permintaan mematikan hape dan alat elektonik lain sebelum pesawat take off (lepas landas). Imbauan ini mungkin sederhana tetapi beresiko bagi semua penumpang. Gara-gara perbuatan satu penumpang, seluruh penumpang bisa celaka.

Nah, itu hanya sebagian hak dan kewajiban penumpang. Sudahkah Anda mematuhi kewajiban dan memahami hak sebagai penumpang?

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close