DomestikHot NewsNews

HEBOH AKIBAT TRADISI MENERBANGKAN BALON UDARA

Infopenerbangan.com – Dunia penerbangan kembali dibuat geger soal tradisi menerbangkan balon udara yang diterbangkan masyarakat usai hari raya Idul Fitri karena dianggap menggangu penerbangan pesawat komersil.

Seperti diketahui, diatas pulau Jawa dilewati oleh ratusan pesawat dan bahkan bisa mencapai ribuan pesawat setiap harinya. Rute di atas pulau Jawa termasuk rute penerbangan terpadat di dunia.

Deputy GM Perencanaan dan Evaluasi Operasi AirNav Cabang MATC, Davitson Aritonang mengatakan, “kemarin (5/6/2019), kami menerima laporan sebanyak 28 terkait masalah balon udara. Dari 28 laporan, 13 itu masuk dalam areal pengendalian kami di sini. Selebihnya itu masuk dalam areal kontrol kami seperti di Yogya, Semarang dan Surabaya”.

Pihaknya (Airnav) bersama Direktorat Navigasi Udara telah mengimbau kepada masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara saat perayaan Idul Fitri, khususnya yang dilakukan di beberapa wilayah di Jawa Tengah yang memiliki tradisi menerbangkan balon udara raksasa saat lebaran seperti Wonosobo dan Pekalongan.

Tradisi menerbangkan balon udara masih bisa dilakukan dengan cara yang aman dan tidak membahayakan penerbangan, sesuai PM No. 40 tahun 2018 yaitu, balon udara tidak boleh diterbangkan didalam radius 15 kilometer sekitar bandara dan ketinggian maksimum 150 meter, memiliki minimal 3 tali tambatan dan harus kuat, ukuran garis tengah balon udara maksimum 4 meter dan tinggi maksimum 7 meter, dan tidak boleh membawa bahan yang mudah meledak seperti ada apinya maupun petasan.

Penerbangan balon udara harus dilakukan pada siang hari, dilakukan di wilayah yang tidak terhalang seperti tanah lapang, dan jauh dari pemukiman serta tiang listrik. Jadi masyarakat masih bisa meneruskan tradisi dan kreatifitas menerbangkan balon udara tanpa mengancam keselamatan penerbangan, dan jangan lupa untuk melaporkan setiap penerbangan balon udara kepada Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan Kantor Otoritas Bandar Udara setempat.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant membuka perlombaan balon udara pada 12 Juni mendatang, dan bisa lansung mendaftarkan di Mapolsek dan PAC GP Ansor terdekat, pendaftaran ini sudah dibuka sejak 26 Mei – 11 Juni.

Syarat untuk menjadi pemenang ada 6 kategori yang akan di pilih, mulai dari terindah, terunik, terbaik, terlama, terkompak, dan warna warni, untuk memperebutkan trofi Dirjen Perhubungan Udara, Bupati Ponorogo, Kapolres Ponorogo, GP Ansor Ponorogo. Lomba akan dilaksanakan dilapangan desa Nongkodono, Kecamatan kaumah. (*)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close