Ragam

HOLDING PENERBANGAN MIMPI BURUK BAGI MASKAPAI SWASTA

Infopenerbangan.com – Pembentukan holding BUMN sarana dan prasarana perhubungan udara yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian BUMN tahun ini diperkirakan mampu mendukung industri penerbangan nasional kendati juga memiliki berbagai risiko.

Pembentukan holding penerbangan tersebut di antaranya bisa menjadi ‘mimpi buruk’ bagi maskapai swasta mengingat nantinya maskapai pelat merah bakal bergabung ke dalam holding bersama-sama dengan perusahaan operator bandar udara dan navigasi yang berpotensi menciptakan iklim bisnis tak sehat.

“Tantangan besar pembentukan holding ini adalah bagaimana menjawab persepsi sinis/skeptic maskapai penerbangan swasta terhadap rencana tersebut.

Ini mengingat maskapai Garuda Indonesia dimasukkan dalam holding, padahal maskapai BUMN tersebut berkompetisi dengan swasta.

Pembentukan holding ini dikhawatirkan membuat secara defacto monopoli penerbangan,” ujar Konsultan penerbangan Gerry Sudjatman kepada  di Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Sesuai rencana Kementerian BUMN, PT Survai Udara Penas (Persero) akan menjadi holding company penerbangan yang membawahi PT Angkasa Pura (AP) I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Pelita Air (Persero), dan PT Airnav Indonesia.

Penunjukkan Penas sebagai induk holding tercantum dalam surat Menteri BUMN Rini Soemarno kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang Rancangan Peraturan Pemerintah dan Kajian Pembentukan HoldingBUMN Sarana dan Prasarana Perhubungan Udara.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close