Hot NewsInternasionalNews

SELURUH ARMADA F-35 AS DI KANDANGANKAN.

Info penerbangan – Departemen Pertahanan AS memutuskan untuk menarik sementara seluruh armada jet tempur siluman F-35 mereka, menyusul terjadinya insiden jatuhnya salah satu pesawat milik Angkatan Udara AS.

Penarikan di lakukan agar mengetahui penyebab kepastian jatuh nya Jet F-35 saat terbang di wilayah Beaufort County, Dekat pangkalan Korps Marinir Beaufort 28 september lalu.

“Uji coba penerbangan F-35 dari kapal induk HMS Queen Elizabeth sedang berlangsung dan program tersebut tetap sesuai jadwal untuk memberi angkatan bersenjata kami kemampuan yang penting,” kata juru bicara kementerian pertahanan Inggris.

“Dinas AS bersama rekan-rekan internasional telah menghentikan sementara operasi penerbangan F-35 selama perusahaan melakukan pemeriksaan atau observasi secara langsung seluruh tabung bahan bakar yang ada pada semua pesawat F-35,” kata Joe Della Vedora, juru bicara dari program F-35 dilansir AFP.

Melansir data awal yang di dapat oleh Korps Marinir, terjatuh nya Jet F-35 milik AS akibat  ada nya potensi permasalahan pada tabung bahan bakar. pesawat.

Ditambahkan Vedora, tabung bahan bakar tersebut akan di ganti seluruhnya, jika Seluruh tabung pesawat – pesawat telah di ganti baru di kembalikan agar status dapat berorasianal kembali.

Di perkirakan proses inspeki akan selesai dalam kurun waktu 1 sapai 2 hari untuk kembali ke status oprasional normal kembali.

Awal Program jet tempur siluman F-35 milik AS telah mulai diluncurkan sejak awal 1990-an, Jet tempur F-35 yang merupakan pesawat generasi kelima itu saat ini selalu disebut sebagai sistem persenjataan paling mahal dalam sejarah AS.

Program itu diperkirakan menghabiskan biaya sekitar 400 miliar dollar (sekitar Rp 6.000 triliun) dan direncanakan dapat memproduksi hingga 2.500 unit pesawat tempur.

Bahkan, setelah memperhitungkan biaya perawatan dan pelayanan untuk F-35 selama masa aktif hingga 2070, biaya keseluruhan program diperkirakan membengkak hingga 1,5 triliun dollar (Rp 22.000 triliun).

Menurut data dari Pentagon, sebanyak 320 unit jet tempur F-35 telah dikirim secara global ke sejumlah negara yang telah membelinya, termasuk Israel dan Inggris. Namun, militer Inggris mengatakan, langkah yang diambil Pentagon tidak memengaruhi seluruh F-35 miliknya dan hanya menghentikan beberapa misi terbang.

“Uji coba penerbangan F-35 dari kapal induk HMS Queen Elizabeth sedang berlangsung dan program tersebut tetap sesuai jadwal untuk memberi angkatan bersenjata kami kemampuan yang penting,” kata juru bicara kementerian pertahanan Inggris.

Sementara itu, tindakan pencegahan juga dilakukan militer Israel dengan menjalankan sejumlah tes terhadap F-35 miliknya. “Namun, jika pesawat diperlukan untuk menjalani misi operasional maka F-35 akan selalu siap sedia,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Israel.

Defense News mengabarkan bahwa Menteri Pertahanan Jim Mattis telah memerintahkan Angkatan Udara dan Angkatan Laut untuk membuat armada utamanya, termasuk jet siluman F-35, agar selalu 80 persen siap menjalani misi sepanjang tahun.

 

Sumber : internasional.kompas

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close