Ragam

TERNYATA FENOMENA AWAN TSUNAMI MAKASAR MIRIP DI SABAH MALAYSIA

Foto : Kota Makasar Dan Kota Sabah, Malaysia.

Infopenerbangan.com – Fenomena awan mirip gulungan ombak tsunami yang berlangsung sekitar 15 menit sempat menghebohkan warga Makassar. Awan yang diduga awan kumulonimbus tersebut terjadi di sekitar Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (1/1/2019).


Akibat munculnya awan berbahaya tersebut, lima pesawat terpaksa harus terbang berputar-putar terlebih dahulu sekitar 15-20 menit menunggu cuaca membaik untuk selanjutnya mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.


Fenomena awan mirip gulungan ombak tsunami ini ternyata juga pernah terjadi di Sabah Malaysia pada Selasa (10/7/2018) sekitar pukul 7 pagi.
Awan cumulonimbus ini sangat berbahaya dan paling dihindari oleh pilot terutama saat pesawat mendarat, karena bisa menimbulkan wind shear atau microburst. Wind Shear adalah angin yang berubah secara tiba-tiba.

Angin dari arah depan mendadak berubah arah menjadi dari arah belakang mengakibatkan pesawat kehilangan gaya angkat. Sedangkan microbust mengakibatkan downdraft (gaya ke bawah) dan pesawat sebesar apapun akan terbanting jatuh.


Berdasarkan laporan Federal Aviation Administration (FAA) sejak tahun 1960, sekitar 500 pesawat celaka atau nyaris celaka akibat pesawat terhempas saat take off atau landing. Beberapa kecelakaan karena fenomena awan ini antara lain, pesawat Lockheed TriStar milik maskapai Delta Air Lines nomor penerbangan 191, sesaat sebelum mendarat di bandara internasional Dallas-Fort Worth di Texas, AS pada 2 Agustus 1985; Pesawat Boeing MD-82 milik Lion Air di Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, 30 November 2004; dan Pesawat Boeing 737-700 milik maskapai Aerovias de Integracion Regional SA (AIRES) di Pulau San Andres, Kolombia pada 16 Agustus 2010.


Saat ini pihak Air Traffic Service Centre telah memiliki peralatan yang disebut Low Level Windshear Alert System yang mampu memberikan peringatan dini hingga radius 100 km dan akan langsung disampaikan kepada pilot agar menghindari awan berbahaya tersebut.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close