DomestikHot NewsNews

TRADISI BALON UDARA MENGGANGGU KESELAMATAN PENERBANGAN

Infopenerbangan.com – Dirjen perhubungan udara Polona B. Pramesti menerima laporan dari AirNav Indonesia, adanya laporan pilot (pilot report/ pirep) yang melihat sejumlah balon udara yang menganggu penerbangan, pada H Idul Fitri 5 juni kemarin. Yang dilepaskan di Kecamatan Kretek Kabupaten Wonosobo dan juga Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Polona B. Pramesti mengatakan, “Di atas Pulau Jawa itu banyak jalur penerbangan, salah satunya W45 yang merupakan satu dari lima rute tersibuk di dunia. Jadi banyak sekali pesawat yang melintas baik domestik maupun internasional, dan sangat bahaya kalau sampai bertabrakan dengan balon udara.”

Polona meminta masyarakat untuk tidak melepaskan balon udara berukuran besar tersebut karena akan mengganggu keselamatan penerbangan pesawat di angkasa. Bahkan pihak yang melepaskan balon udara berukuran besar ke angkasa tersebut bisa dituntut melalui jalur hukum.

“Ia menghargai tradisi masyarakat di beberapa daerah saat merayakan Idul Fitri dengan menerbangkan balon udara. Namun Ia mengajak masyarakat untuk bijak dan tidak melepaskan balon udara ke angkasa yang bisa mengganggu keselamatan penerbangan,” kata Polona.

Sebagaimana diketahui di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur terdapat kebiasaan menerbangkan balon udara saat bulan Syawal. Untuk mengakomodasi hal tersebut, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan PM No 40 tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara Pada Kegiatan Budaya Masyarakat.

Sementara itu, Polona B. Pramesti, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak penegak hukum terkait yaitu Polri dan TNI di daerah tersebut untuk melakukan operasi pencarian pada masyarakat yang melepaskan balon udara secara liar. Bila terbukti melanggar hukum, maka akan dikenakan penindakan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami meminta sekali lagi kepada masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara secara liar, kalau tidak akan berhadapan dengan hukum. Mari lakukan tradisi dengan tidak membahayakan keselamatan pihak lain, pungkas Polana.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close