Ragam

YANG PERLU ANDA KETAHUI TENTANG INSTRUMEN LANDING SYSTEM

Infopenerbangan.com  –  Keselamatan Penerbangan merupakan hal yang terpenting dalam pengoperasian pesawat terbang. Salah satu alat yang banyak memberikan kontribusi khususnya keselamatan saat pendaratan pesawat adalah Instrument Landing System (ILS).

ILS adalah alat bantu navigasi untuk membantu penerbang mendaratkan pesawatnya secara instrumen tepat pada landing area, terutama dalam kondisi cuaca buruk.

Fasilitas bantu pendaratan pesawat ini merupakan salah satu prasarana penunjang operasi yang ada di bandar udara.

Peralatan ILS terdiri atas 3 (tiga) subsistem yaitu:

1.            Localizer, yaitu peralatan navigasi yang memberikan informasi mengenai kelurusan pesawat dengan garis tengah landasan.

Peralatan ini akan memancarkan 2 buah slope dengan frekuensi loop yang berbeda tetapi tetap satu frekuensi carrier. Kedua frekuensi inilah yang akan dibandingkan setelah diterima oleh pesawat udara untuk melihat apakah pesawat berada tepat di centre line atau belum. Indicator yang terlihat di cockpit pesawat berupa jarum sebagai tanda centre line. Localizer bekerja pada range frekuensi 108 MHz – 112 MHz.

2.            Glide Slope, peralatan navigasi ini tidak jauh berbeda dengan localizer. Glide slope juga memancarkan frekuensi carrier dan loop sebagai pemandu sudut luncur pendaratan.

Saat komposisi frekuensi loop 150 Hz dan 90 Hz seimbang, artinya pesawat berada pada sudut pendaratan yang aman (tepat) dan pesawat sudah dalam posisi yang benar untuk landing. Peralatan ini bekerja pada frekuensi UHF antara 328,6 Mhz hingga 335,4 Mhz.

YANG PERLU ANDA KETAHUI TENTANG INSTRUMEN LANDING SYSTEM
YANG PERLU ANDA KETAHUI TENTANG INSTRUMEN LANDING SYSTEM

3.            Marker Beacon, yaitu peralatan yang menginformasikan jarak pesawat terhadap titik pendaratan. Marker Beacon terdiri dari 3 jenis yaitu:

•             Outer Marker (OM) adalah peralatan navigasi yang memancarkan gelombang elektromagnetik untuk memberikan informasi ke pilot bahwa posisi pesawat berada pada jarak 7 – 12 Km dari threshold (ujung runway).

•             Middle Marker  (MM) memancarkan gelombang elektromagnetik untuk memberikan informasi ke pilot dengan jarak yang berbeda dari OM yaitu 1,050 Km dari threshold (ujung runway).

•             Inner Marker (IM), peralatan ini juga memancarkan gelombang elektromagnetik untuk memberikan informasi ke pilot dengan jarak 450 m dari threshold (ujung runway). IM jarang dipakai pada bandar udara di Indonesia kecuali jika pilot mengalami kendala jarak pandang (visibility). Inner marker biasanya digunakan di bandar udara yang berada di daerah bersalju atau berkabut dimana visibility-nya sangat dekat. IM bekerja pada frekuensi 75 Hz.

Semoga info yang kami berikan bisa menambah wawasan anda dan mengingatkan kembali tentang pentingnya fasilitas bantu pendaratan pesawat.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close