Internasional

BANDARA CHANGI TEMBUS 70 JUTA PENUMPANG DI TAHUN 2025

InfoPenerbangan,- Bandara Changi Singapura kembali menorehkan pencapaian bersejarah. Sepanjang tahun 2025, salah satu bandara tersibuk di dunia ini berhasil melayani 69,98 juta pergerakan penumpang, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah operasionalnya.

Capaian tersebut menunjukkan kenaikan 3,4 persen dibandingkan 2024, seiring semakin kuatnya pemulihan industri penerbangan global.

Dalam pernyataan resminya pada Kamis (22/1/2026), Changi Airport Group (CAG) menyampaikan bahwa pertumbuhan positif tidak hanya terjadi pada jumlah penumpang, tetapi juga pada pergerakan pesawat dan kargo udara.

Total aktivitas lepas landas dan pendaratan pesawat mencapai 374 ribu pergerakan, meningkat 2,2 persen secara tahunan.

Sementara itu, sektor kargo udara turut mencatatkan kinerja impresif. Volume kargo yang ditangani Bandara Changi sepanjang 2025 mencapai 2,08 juta ton, tumbuh 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menjadi salah satu pencapaian terbaik dalam sejarah bandara tersebut.

Desember 2025 Jadi Periode Tersibuk

CAG mencatat Desember 2025 sebagai bulan dengan lalu lintas penumpang tertinggi. Selama periode tersebut, lebih dari 6,3 juta penumpang tercatat melintasi terminal Bandara Changi. Bahkan, 20 Desember 2025, yang bertepatan dengan Sabtu menjelang Natal, menjadi hari paling sibuk dengan lebih dari 223 ribu penumpang dalam satu hari.

Dari sisi pasar, China kembali mempertahankan posisinya sebagai kontributor penumpang terbesar untuk tahun kedua berturut-turut. Jumlah penumpang dari dan menuju China tumbuh 12,2 persen secara tahunan, menjadikannya pasar dengan pertumbuhan terkuat.

Selain China, Vietnam dan Jepang juga mencatatkan lonjakan signifikan, masing-masing meningkat 9,8 persen dan 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun lima pasar penumpang terbesar Bandara Changi sepanjang 2025 berasal dari China, Indonesia, Malaysia, Australia, dan India.

Untuk rute penerbangan, jalur paling sibuk sepanjang tahun meliputi Kuala Lumpur, Bangkok, Jakarta, Denpasar (Bali), dan Hong Kong, yang menegaskan kuatnya konektivitas intra-kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

Kinerja Kargo Didorong Industri Teknologi

CAG menyebut pertumbuhan trafik sepanjang 2025 berlangsung relatif merata, ditopang oleh permintaan perjalanan yang stabil serta perluasan jaringan konektivitas. Di sektor kargo, pertumbuhan terjadi di seluruh segmen, baik ekspor, impor, maupun transshipment.

Kinerja positif ini turut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas logistik pada tiga kuartal pertama 2025 serta kuatnya permintaan global terhadap semikonduktor, sejalan dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik, dan teknologi ramah lingkungan.

Lima pasar kargo udara terbesar Bandara Changi pada 2025 berasal dari China, Amerika Serikat, Australia, Hong Kong, dan India. Sementara itu, pertumbuhan tercepat tercatat pada pasar China, Amerika Serikat, dan Taiwan.

Tambah 13 Destinasi Baru, Konektivitas Kian Luas

Sepanjang 2025, Bandara Changi mencatatkan tahun ekspansi jaringan terbesar dengan menambah 13 destinasi kota baru. Destinasi tersebut mencakup sejumlah kota di China seperti Changchun, Harbin, Lanzhou, Yichang, dan Zhangjiajie.

Dari Indonesia, Changi membuka rute ke Labuan Bajo, Padang, dan Semarang, memperkuat konektivitas Singapura dengan kota-kota wisata dan pusat pertumbuhan baru. Selain itu, jaringan internasional juga diperluas ke Vienna (Austria), Vijayawada (India), Kota Bharu (Malaysia), Ulaanbaatar (Mongolia), serta Nha Trang (Vietnam).

CAG menyoroti pembukaan rute Ulaanbaatar–Singapura sebagai koneksi langsung pertama antara Singapura dan Mongolia. Ekspansi ini mencerminkan strategi diversifikasi jaringan sekaligus penguatan posisi Changi sebagai pusat transit udara global.

Maskapai Baru dan Penguatan Layanan Kargo

Dari sisi maskapai, Bandara Changi menyambut kehadiran dua operator penumpang baru, yakni MIAT Mongolian Airlines dan Pelita Air. Sementara di segmen kargo, JD Airlines mulai mengoperasikan penerbangan kargo tiga kali seminggu pada rute Shenzhen–Singapura.

Selain itu, Turkish Cargo kembali membuka layanan kargo mingguan pada rute Istanbul–Ho Chi Minh City–Singapura, memperkuat jalur perdagangan antara Eropa dan Asia. FedEx Express juga memperluas jaringannya dengan membuka penerbangan kargo langsung ke Anchorage, Amerika Serikat.

Optimistis Menatap 2026

CEO Changi Airport Group, Yam Kum Weng, menyatakan bahwa capaian tersebut diraih di tengah dinamika dan ketidakpastian global. Ia menegaskan komitmen Changi untuk terus memperluas jaringan penerbangan, termasuk ke kota-kota sekunder yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.

Memasuki 2026, CAG berkomitmen menciptakan peluang baru bagi maskapai dan pelaku usaha, sekaligus meningkatkan pengalaman penumpang melalui inovasi, efisiensi operasional, dan layanan yang semakin terintegrasi.

Per Januari 2026, sekitar 100 maskapai tercatat mengoperasikan lebih dari 7.300 penerbangan terjadwal setiap pekan di Bandara Changi, menghubungkan Singapura dengan lebih dari 170 kota di 50 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
gudanggacor
https://bridgejunks.com/ https://crownmakesense.com/ https://brithaniabookjudges.com/ https://hughesroyality.com/ https://rhythmholic.com/ http://konfidence.cz/ https://nfxdigital.com/ https://muscadinepdx.com/ https://oncoswisscenter.com/ https://www.turunclifehotel.com/bandar89/ bandar89 https://www.medboxrx.com/ https://www.kupujmo-lokalno.hr/ https://www.english-chesterfields.co.uk/wp-includes/images/