Hot NewsInternasional

BAHAYA BATERAI LITHIUM DI PESAWAT: KASUS AIR CHINA JADI PERINGATAN SERIUS

InfoPenerbangan,- Sebuah pesawat Air China dengan nomor penerbangan CA139 terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah terjadi kebakaran di dalam kabin akibat baterai lithium milik salah satu penumpang yang terbakar.

Pesawat jenis Airbus A321-232 dengan registrasi B-8583 itu berangkat dari Bandara Internasional Hangzhou Xiaoshan (HGH) pada 18 Oktober 2025 pukul 09.47 waktu setempat, menuju Bandara Internasional Incheon (ICN), Korea Selatan. Sekitar 20–40 menit setelah lepas landas, saat pesawat melintas di ketinggian 33.000 kaki di atas Laut Cina Timur, asap tiba-tiba muncul di kabin.

Penyelidikan awal menyebutkan bahwa sumber api berasal dari baterai lithium-ion yang disimpan di tas tangan penumpang dan diletakkan di kompartemen bagasi atas (overhead bin).

Diduga baterai tersebut mengalami thermal runaway reaksi berantai akibat panas berlebih, kerusakan, atau korsleting yang memicu ledakan kecil dan percikan api.

Kepulan asap pekat sempat membuat panik para penumpang, namun awak kabin berhasil bertindak cepat. Mereka menggunakan alat pemadam api, memindahkan bagasi di sekitar sumber asap, dan menenangkan penumpang sesuai prosedur keselamatan.

Demi keamanan, pilot memutuskan berputar balik 180 derajat dan mengarahkan pesawat menuju Bandara Internasional Shanghai Pudong (PVG).

Pesawat mendarat dengan selamat pada pukul 11.05 waktu setempat. Seluruh 160 penumpang dan kru berhasil dievakuasi tanpa ada korban luka.

Dalam pernyataannya di platform Weibo, Air China menyebutkan,

“Pada penerbangan CA139 dari Hangzhou menuju Incheon, baterai lithium milik penumpang yang disimpan di kompartemen atas terbakar secara spontan. Kru berhasil menangani situasi sesuai prosedur, dan tidak ada korban. Pesawat melakukan pendaratan darurat di Shanghai Pudong demi keselamatan penumpang.”

Air China juga memastikan bahwa penumpang telah diberi akomodasi dan penerbangan pengganti setelah kejadian tersebut.

Kasus kebakaran akibat baterai lithium di pesawat bukanlah hal baru. Hingga Agustus 2025, tercatat 46 insiden serupa di seluruh dunia rata-rata lebih dari satu kasus per minggu.

Beberapa maskapai di kawasan Asia-Pasifik, seperti Korean Air dan Thai Airways, telah memperketat aturan, di antaranya melarang pengisian daya power bank selama penerbangan serta mewajibkan baterai dibawa di kabin, bukan di bagasi.

Otoritas penerbangan sipil China (CAAC) juga memiliki panduan khusus untuk penanganan darurat baterai lithium, sejalan dengan aturan internasional dari IATA dan ICAO, yang menyebutkan bahwa baterai di atas 100 Wh dilarang masuk bagasi dan power bank harus dibawa di kabin.

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya kepatuhan terhadap regulasi keselamatan penerbangan, terutama terkait penggunaan dan penyimpanan perangkat bertenaga baterai lithium selama penerbangan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
gudanggacor
https://bridgejunks.com/ https://crownmakesense.com/ https://brithaniabookjudges.com/ https://hughesroyality.com/ https://rhythmholic.com/ http://konfidence.cz/ https://nfxdigital.com/ https://muscadinepdx.com/ https://oncoswisscenter.com/ https://www.turunclifehotel.com/bandar89/ bandar89 https://www.medboxrx.com/ https://www.kupujmo-lokalno.hr/ https://www.english-chesterfields.co.uk/wp-includes/images/