
InfoPenerbangan,- China memastikan akan membeli 200 unit pesawat produksi Boeing setelah pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan lalu menghasilkan sejumlah kesepakatan perdagangan strategis.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam upaya memperkuat hubungan ekonomi antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.
Pemerintah China menyebut pembelian pesawat ini juga dibarengi dengan jaminan pasokan suku cadang serta komponen mesin pesawat dari Amerika Serikat untuk kebutuhan industri penerbangan China.
Selain sektor aviasi, kedua negara turut menyepakati perpanjangan gencatan perang tarif yang sebelumnya telah dibahas sejak tahun lalu.
Tidak hanya itu, Washington dan Beijing juga membuka peluang pemangkasan tarif perdagangan untuk produk bernilai hingga US$30 miliar atau setara ratusan triliun rupiah.
Pertemuan Trump dan Xi Jinping sendiri berlangsung di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap hubungan dagang global. Dalam agenda kunjungannya ke China, Trump turut membawa sejumlah petinggi perusahaan besar Amerika Serikat, termasuk CEO Boeing Kelly Ortberg, CEO Tesla Elon Musk, serta CEO Nvidia Jensen Huang.
Kehadiran para pemimpin industri tersebut dinilai menunjukkan besarnya kepentingan ekonomi yang tengah dibangun kedua negara, khususnya di sektor teknologi, manufaktur, dan transportasi udara.
Trump bahkan menyebut nilai kerja sama yang dibahas bersama China berpotensi jauh lebih besar dari kesepakatan awal. Ia mengatakan pembelian 200 pesawat Boeing bisa berkembang menjadi komitmen hingga 750 unit pesawat di masa mendatang.
“Kesepakatan ini berpotensi menjadi pesanan pesawat terbesar dalam sejarah Boeing,” ujar Trump kepada wartawan usai meninggalkan China.
Sementara itu, Boeing menyatakan kunjungan delegasi AS ke China membawa dampak positif bagi perusahaan, terutama karena pasar China kembali terbuka untuk pemesanan pesawat Boeing setelah sebelumnya mengalami berbagai hambatan perdagangan.
Perusahaan tersebut juga mengungkapkan bahwa komitmen awal 200 pesawat diyakini masih akan bertambah dalam tahap kerja sama berikutnya.
Kesepakatan terbaru ini menjadi sinyal positif bagi hubungan dagang Amerika Serikat dan China yang sebelumnya sempat memanas akibat perang tarif serta pembatasan ekspor di sejumlah sektor strategis.(*)
