InternasionalNews

BOEING KIRIMKAN PESAWAT KE 2000 UNTUK CHINA

Infopenerbangan.com – Pabrikan pesawat raksasa asal Amerika, Boeing Co telah mengirimkan armada ke 2.000 ke China. Kali ini Xiamen Airlines menjadi penerima armada ke 2000 tersebut.

Pertumbuhan pesawat telah meningkat pesat di negara ini dalam beberapa tahun terakhir. Boeing membutuhkan empat dekade untuk mengirimkan 1.000 pesawat pertamanya ke Cina, dengan pencapaian kedua yang hanya bisa dicapai lima tahun kemudian.

Pabrikan itu mengatakan bahwa satu dari empat jet komersialnya sekarang beralih ke operator Cina, baik melalui pembelian langsung atau sewa.

Milestone aircraft adalah B737 Max kedelapan yang akan dikirimkan ke Xiamen Airlines, setelah menerima armada pertama pada awal tahun ini. Pesawat ke 2.000 ini memiliki logo khusus yang khusus dirancang untuk merayakan pencapaian tersebut.

Ada lebih dari 3.000 pesawat jet terbang di China, di lebih dari 30 pelanggan komersial. Boeing memperkirakan bahwa negara itu akan membutuhkan 7.690 pesawat baru pada tahun 2038, senilai $ 1,2 triliun.

Mengomentari berita hal tersebut, ketua Xiamen Airlines mengaku sangat senang menjadi penerima bersejarah untuk Boeing dan juga China.

“Kami senang menjadi bagian dari pengiriman bersejarah ini untuk Boeing dan China. Dalam sejarah operasi 34-tahun kami, Xiamen Airlines telah tumbuh dengan mantap, menggandakan ukuran armada kami selama lima tahun terakhir dan meraih laba selama 31 tahun berturut-turut,” ujarnya.

“Selama waktu itu, Boeing telah menjadi mitra yang berharga dalam pertumbuhan dan ekspansi kami dengan menyediakan pesawat yang aman dan dapat diandalkan,” tambahnya lagi.

Dilain itu, Wakil direktur Komersial dan Pemasaran Boeing, mengatakan merasa terhormat dengan kerja sama yang telah terjalin selama ini.

“Kami merasa terhormat telah mencapai tonggak pengiriman ini dalam kemitraan erat dengan mitra besar kami di Tiongkok. Hubungan industrial jangka panjang kami di pasar ini telah saling menguntungkan, mendorong pertumbuhan signifikan dalam bisnis Boeing, ekonomi AS, dan industri penerbangan Tiongkok, ”kata Ihssane Mounir. (*)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close