Highlight

Buntut Delay Lion, Warga Ajukan Gugatan

Insiden keterlambatan Lion Air yang berujung terlantarnya ratusan penumpang di sejumlah Bandar udara di Indonesia pada Febuari 2015 lalu masih menyisakan cerita, salah seorang penumpang mengajukan gugatan terhadap maskapai singa merah ke Pengadilan Negeri (PN) Sleman.

‎”Ini gugatan pribadi saya kepada airlines yang mengangkut pembatalan,” ujar Sujudi Rekso Putranto Dikutip detik, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (28/4/2015).

Dia menceritakan pembatalan terbang Lion Air ini dialaminya pada 20 Februari 2015 lalu. Dia memesan tiket perjalanan Yogyakarta-Palembang dengan transit di Jakarta. Penerbangan Yogyakarta-Jakarta pukul 13.50 WIB berjalan lancar dan tepat waktu. Namun setelah tiba di Cengkareng, pria paruh baya ini mendapat pengumuman bahwa penerbangan Jakarta-Palembang dibatalkan. “Yang saya persoalkan, menurut UU Penerbangan, pembatalan harus ada pemberitahuan seminggu sebelumnya. Seharusnya pas check in di Adi Sutjipto diberitahu (kalau penerbangan Jakarta-Palembang batal),” tegas Sujudi.

Sujudi mengatakan, proses pengembalian uang tiket juga sangat lambat. Dari ribuan penumpang yang mengantri, hanya ada 3 petugas yang mengurus pengembalian uang tiket. Untuk mendapatkan kembali uang tiketnya, Sujadi harus mengantri selama 2 jam.

“Saya merasa dilecehkan, mestinya diharapkan maskapai mereka memberi pelayanan yang baik. Justru Konsumen diombang-ambingkan,”‎ ulasnya. Tak hanya itu, Sujudi saat itu juga harus mengurus sendiri penerbangan penggantinya. (*/eq)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close