InternasionalNews

CEGAH PENYEBARAN VIRUS DALAM PESAWAT, MASKAPAI INI HANYA JUAL KURSI BAGIAN TENGAH

Infopenerbangan,- Maskapai penerbangan berbiaya murah, Frontier Airlines, menjual kursi tengah kepada penumpang yang tidak ingin duduk berdekatan. Ini berarti, yang tersedia hanya tinggal kursi jendela dan kursi bagian lorong saja.

Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona di dalam kabin. Kebijakan tersebut berlaku mulai Jumat (8/5). Frontier Airlines menjual kursi tengah tersebut mulai dari 39 dolar Amerika atau setara dengan Rp 588 ribu.

Program bertajuk “Kursi Ruang Lebih Banyak” itu merupakan bagian dari langkah-langkah maskapai Frontier untuk memaksimalkan kesehatan dan kesejahteraan penumpang.

“Meskipun kami percaya langkah terbaik untuk menjaga semua orang tetap sehat adalah dengan memakai masker, bagi mereka yang menginginkan kursi kosong di sebelahnya untuk kenyamanan ekstra atau hanya kenyamanan tambahan, kami sekarang menawarkan ‘Lebih Banyak Ruang’,” kata CEO Frontier Barry Biffle.

Biffle menyebut bahwa setiap kabin akan menyediakan 18 kursi tengah yang bisa dibeli oleh setiap penumpang. Bagi Biffle, semakin banyak kursi tengah yang dijual dapat membantu mencegah penyebaran virus corona.

Saat ini, seluruh maskapai penerbangan Amerika telah mengelola kabin pesawat mereka sesuai pedoman CDC. Meskipun tidak ada aturan resmi yang mewajibkan kursi tengah kosong, beberapa penumpang justru ingin membeli kursi tersebut agar tidak saling berdekatan.

Selain itu, Frontier Airlines memperkenalkan berbagai langkah yang dirancang untuk membantu kesehatan dan kesejahteraan penumpang. Selain protokol pembersihan kabin secara rutin, maskapai tersebut juga mewajibkan semua penumpang dan awak kabin untuk mengenakan masker selama penerbangan.

Sebelum melakukan penerbangan, setiap penumpang harus melakukan sertifikasi online yang menyatakan bahwa mereka telah mencuci tangan, dan mengecek suhu tubuh sebelum naik pesawat. Tidak hanya itu, setiap penumpang juga harus menunjukkan sertifikat kesehatan yang menyatakan bahwa tidak ada gejala virus corona selama 14 hari terakhir. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close