Hot NewsNews

CHAIRUL TANJUNG BORONG SAHAM GARUDA INDONESIA

InfoPenerbangan,- PT Trans Airways, entitas usaha CT Corps milik pengusaha Chairul Tanung, menambah kepemilikan saham pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp 317,23 miliar. Dengan demikian, persentase kepemilikan PT Trans Airways di Garuda meningkat dari 25,81 persen menjadi 28,26 persen.

Berdasarkan keterangan pihak Garuda Indonesia, saham yang sebelumnya dimiliki oleh Finegold Resources Ltd itu diambil alih Trans Airways dengan harga Rp 499 per saham. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (11/5/2021) disebutkan bahwa transaksi pembelian terjadi pada 6 Mei 2021.

Akibat dari pembelian saham tersebut, saat ini Trans Airways mengempit sebanyak 7,31 miliar unit saham Garuda atau setara dengan 28,26% dari seluruh modal. Porsinya meningkat 2,45% dari persentase saham yang dimiliki Trans Airways sebelumnya 25,81% atau sebanyak 6,68 miliar unit saham.

Garuda menjadi salah satu emiten yang kinerjanya anjlok karena  pandemi Covid-19. Mobilitas masyarakat yang menurun drastis menjadi penyebab utama. Saham Garuda di pasar modal pun tercatat merosot signifikan pada masa awal pademi Covid-19. Pada 23 dan 24 Maret 2020, sahamnya menyentuh level 150 per saham.

Berdasarkan laporan keuangan terakhir yang disampaikan, maskapai penerbangan milik pemerintah tersebut harus menanggung kerugian senilai US$ 1,07 miliar atau setara Rp 15,34 triliun hingga triwulan ketiga 2020 (asumsi kurs: Rp 14.280 per dolar).

Kinerja kuartal ketiga 2020 berbanding terbalik dengan raihan profit periode yang sama tahun lalu. Garuda mampu meraih laba bersih US$ 122,42 juta atau Rp 1,74 triliun pada triwulan ketiga 2019. Penurunan kinerja tersebut disebabkan pendapatan usaha Garuda yang anjlok.

Hingga akhir September 2020, Garuda hanya mampu mengantongi pendapatan senilai US$ 1,13 miliar, turun hingga 67,85% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu senilai US$ 3,54 miliar. Pendapatan Garuda mayoritas masih didominasi dari penerbangan berjadwal, senilai US$ 917,28 juta pada triwulan III 2020.

Masalahnya, pendapatan penerbangan berjadwal ini anjlok hingga 67,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 2,79 miliar. Penerbangan berjadwal tersebut penerbangan penumpang serta kargo dan dokumen.

Dari penumpang, Garuda hanya mampu mengantongi pendapatan US$ 736,51 juta, turun hingga 71,14% secara tahunan. Sementara, pendapatan dari pengiriman kargo dan dokumen US$ 180,77 juta atau turun 25,89% secara tahunan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close