Hot NewsNewsRagam

CIDERA TEKANAN (BAROTRAUMA) DALAM PENERBANGAN

JIKA CIDERA TEKANAN DI DALAM PENERBANGAN

Infopenerbangan,- Barotrauma adalah suatu kondisi cidera pada telinga bagian tengah yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara. Kondisi tersebut memengaruhi telinga bagian tengah, saluran penghubung telinga bagian tengah dan rongga hidung (Tuba Eustachii) dan persarafan telinga.

Bagaimana hal tersebut dapat terjadi?

Tuba Eustachii merupakan saluran penghubung antara telinga bagian tengah dengan rongga hidung bagian belakang dan bagian atas tenggorokan. Tindakan menelan atau menguap akan membuka saluran tersebut dan menyebabkan udara dapat mengalir ke dalam maupun keluar dari telinga bagian tengah dengan tujuan menjaga tekanan udara pada kedua sisi gendang telinga tetap sama.
Bila saluran tersebut tersumbat, tekanan udara dalam telinga bagian tengah akan menjadi berbeda dengan tekanan udara diluar gendang telinga. Tekanan negatif dalam telinga bagian tengah akan menyedot gendang telinga kearah dalam dan dapat menyebabkan penumpukan darah dan lender.

Banyak orang mengalami kondisi dimaksud dalam berbagai kesempatan. Barotrauma umumnya terjadi pada kondisi perubahan ketinggian, semisal dalam penerbangan, penyelaman scuba, atau mengemudikan kendaraan di pegunungan. Jika Anda mengalami kondisi hidung tersumbat akibat cetusan alergi, selesma atau infeksi saluran pernapasan atas, maka Anda memiliki risiko tinggi mengalami kondisi tersebut di atas.

Beberapa keluhan dan gejala yang timbul saat seseorang mengalami kondisi barotraumas adalah sebagai berikut :

1. Hilang pendengaran pada berbagai derajat
2. Sensasi telinga tersumbat
3. Sensasi nyeri ringan hingga berat pada telinga atau pada tulang pipi dan dahi
4. Sensasi pusing (berputar atau melayang)
5. Sensasi berdenging dalam telinga
Jerit tangisan yang nyaring (bila pada bayi atau balita)

Bila kondisi tersebut sering terjadi, maka beberapa komplikasi dapat timbul, di antara nya hilang pendengaran permanen, robek gendang telinga, infeksi telinga bagian tengah dan vertigo.
Pada sebagian kasus, tidak diperlukan adanya pengobatan spesifik untuk kejadian tersebut di mana keluhan akan menghilang dalam beberapa jam hingga hari. Anda dapat menggunakan cotton bud pada liang telinga luar untuk menyerap cairan yang keluar bila didapatkan cairan yang mengalir dari dalam telinga.

Namun dalam kondisi tertentu semisal kondisi peradangan hebat disertai sumbatan cairan peradangan pada telinga bagian tengah dan Tuba Eustachii, walaupun jarang, tindakan pembedahan perlu dilakukan berupa tindakan miringotomi. Tindakan tersebut dilakukan dengan cara mengiris gendang telinga dan memasang tabung pada irisan gendang telinga tersebut guna menyamakan tekanan udara dan mengeluarkan cairan peradangan dari telinga bagian tengah. Tabung tersebut akan lepas secara spontan setelah 9-12 bulan pasca pembedahan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan agar Anda tidak mengalami barotrauma saat melakukan perjalanan dengan pesawat terbang adalah sebagai berikut :
1. Jangan melakukan penerbangan bila Anda menderita selesma atau infeksi saluran nafas atas; bila Anda harus melakukannya, gunakan obat minum atau semprot dekongestan yang dijual bebas di took obat/apotek dengan mengikuti petunjuk pakai pada kemasan obat tersebut sebelum memasuki kabin pesawat.
2. Saat penerbangan, khususnya saat lepas landas dan mendarat, kunyah permen karet guna merangsang refleks menelan secara terus-menerus.
3. Lakukan manuver valsalva dengan cara menghembuskan napas dengan hidung dan mulut tertutup setelah Anda mengambil napas yang dalam.
4. Sering-seringlah untuk menguap saat perusahaan, khususnya saat lepas landas dan mendarat.
5. Jangan biarkan diri Anda tertidur saat pesawat akan mendarat
6. Berikan bayi atau balita Anda minum dengan botol dot saat pesawat lepas landas dan mendarat.

 Dr. Wendri W.P Pelupessy

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close