DomestikHot NewsNews

Dirut Garuda: Dalam 1 Tahun, Keuangan Garuda Indonesia Akan Membaik

Infopenerbangan,- Maskapai nasional Garuda Indonesia optimis kinerja operasional dan keuangan perusahaan akan menunjukkan pertumbuhan positif secara berkelanjutan dalam waktu satu hingga dua tahun mendatang.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Pahala N Mansury mengatakan, pihaknya saat ini terus berupaya memperbaiki kondisi keuangan yang ada, pasca sempat merugi yang dialami Garuda di awal tahun ini. Terlebih dengan adanya kekhawatiran banyak pihak maskapai milik negara itu akan bangkrut.

“Ketakutan banyak pihak harus digunakan sebagai masukan bagi Garuda. Memang kami tiga bulan pertama mengalami kerugian. Tapi bukan terus kami lihat ada potensi bangkrut. Itu justru jadi momentum positif buat kami melakukan perbaikan-perbaikan, baik dari perbaikan kinerja, rute, cost, dan lainnya, itu yang akan kami lakukan,” kata dia.

Garuda Indonesia akan berfokus untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja perusahaan melalui sepuluh inisiatif kinerja finansial dan bisnis agar kondisi operasional serta keuangan Garuda bisa lebih baik lagi dan bisa tercapai pada satu hingga dua tahun mendatang.

Sepuluh inisiatif strategi kinerja finansial yang akan dilaksanakan perusahaan akan dilakukan melalui upaya optimalisasi armada serta menurunkan biaya armada yang ada selama ini, juga meningkatkan kualitas pelayanan, terutama mengenai ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan pesawat sehingga aspek layanan terhadap pengguna jasa tetap terjaga.

Ia juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah rute penerbangan yang kemungkinan bisa ditambah maupun dikurangi frekuensinya, terkait dengan upaya maksimalisasi kapasitas armada secara tepat guna khususnya pada rute-rute yang kompetitif.

“Kami optimis dalam 9-12 bulan kedepan kondisi Garuda akan sangat berbeda dibanding sebelumnya. Saat ini jumlah penumpang yang kita angkut terus alami peningkatan,” papar Pahala.

Seperti diketahui, pada kuartal I 2017 Garuda Indonesia mencatatkan kerugian sebesar 98,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,31 triliun (kurs 13.300). Padahal pada kuartal I 2016, perseroan mencatatkan laba 1,02 juta dolar AS.

Kerugian yang terjadi pada kuartal I 2017 lalu disebabkan oleh beberapa hal seperti, kenaikan harga bahan bakar avtur. (*/NP)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close