DomestikHot NewsNews

Dirut Garuda Pertegas Keberadaan Direktur Operasional dan Teknik

Infopenerbangan,- Terkait keberadaaan posisi Diretur Operasional dan Direktur Teknik di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansyuri  menjelaskan bahwa sebetulnya sampai saat ini masih ­Garuda Indonesia memiliki posisi Direktur Operasi dan dDirektur Teknik.

“Jadi tidak ada maksud sama sekali, kita memang memastikan bahwa dua direktur operasi dan direktur teknik ini tetap ada. Kita juga sudah mendapatkan persetujuan mengenai penunjukan person nya sendiri itu ke kementerian perhubungan, saat ini kita sedang proses untuk mendapatkan pengesahan,” jelas Pahala kepada infopenerbangan di kantor GMF, Jumat (5/5).

Ia manambahkan, jadi jabatan untuk orang yang akan menjabat direktur operasi dan direktur teknik itu akan tetap dijaga. Dijelaskan pula bahwa pihak Garuda Indonesia sudah mengirim surat ke kementerian BUMN terkait posisi baru ini.

“Kemarin sudah kami kirimkan, kita berharap supaya hal ini cepat disahkan tentunya dengan dua orang yang sudah kita proses melalui tahapan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) dari Kementerian Perhubungan.

“Nanti kami harapkan dalam satu dua hari ke depan, atau minggu depan, dua orang yang kita calonkan sudah disetujui oleh Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jendral Perhubungan Udara. Jadi nanti ada dua orang untuk menduduki Direktur Operasional dan Direktur Teknik,” tegas Pahala.

Sebelumnya diberitakan, karyawan dan pilot maskapai Garuda Indonesia yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Serikat Karyawan PT. Garuda Indonesia kemarin, Kamis (4/5) menolak dengan tegas hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada 12 April 2017 lalu yang menghilangkan Direktorat Operasi dan Direktorat Teknik.

Pada kesempatan itu, Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Tommy Tampatty mengatakan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai maskapai penerbangan nasional pembawa bendera (flag carrier) hendaknya tetap menjadi role model pelaksanaan semua aturan Nasional maupun internasional untuk menjamin keselamatan penerbangan.

Hal yang sama juga diungkapkan Presiden  Asosiasi Pilot Garuda (APG) Capt. Bintang Hardiono, AOC bisa dicabut karena Garuda bisa dianggap melanggar keselamatan penerbangan.

“Semua aturan-aturan tersebut terkait dengan keselamatan penerbangan. Sementara di penerbangan itu, yang paling utama adalah soal keselamatan dan keamanan penerbangan. Baru setelah itu regularity, service dan ekonomi (bisnis),” ujarnya. (*/eq)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close