HighlightHot NewsRagam

GMF Resmi Menjadi Pusat Logistik Berikat

Infopenerbangan.com, -PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia berpartisipasi dalam acara Jakarta International Logistics Summit & Expo (JILSE) 2016 di Kemayoran, Jakarta Pusat. Acara yang berlangsung selama 3 hari (19-21 Oktober 2016) tersebut juga merupakan peresmian Pusat Logistik Berikat (PLB) tahap II dimana GMF AeroAsia menerima fasilitas tersebut dari Dirjen Bea dan Cukai Kementrian Keuangan Republik Indonesia. GMF merupakan penerima fasilitas PLB dalam bidang aviasi satu-satunya di Indonesia.

Di hari pertama keikutsertaan GMF dalam pameran logistik dan supply chain ini, selain diresmikan sebagai Pusat Logistik Berikat, GMF juga menyepakati kerjasama dengan beberapa strategic partner diantaranya Airbus untuk managed inventory, DB Schenker untuk supply aircraft material dan Alliance 21 untuk aktifitas shipment dalam rangka mendukung kecepatan maintenance pesawat.

Direktur Utama GMF AeroAsia Juliandra Nurtjahjo mengatakan bahwa GMF telah melewati beberapa proses administrasi dan teknis yang menjadi prasyarat dari Dirjen Bea dan Cukai.

“Tentunya dengan pemberian fasilitas ini kami berharap GMF dapat menjadi hub lalu lintas logistik komponen pesawat di Indonesia” kata Juliandra, Rabu (19/10).

Bermacam fasilitas yang ditawarkan oleh PLB GMF AeroAsia adalah dengan melayani kebutuhan produksi dan membuka kesempatan yang besar untuk area trading logistik dalam industri aviasi. Just in Time project menjadi mudah dan proses dwelling time dapat ditekan menjadi 24 jam maksimal sehingga kebutuhan komponen pesawat dapat tersedia dengan cepat. Fasilitas ini menguntungkan bagi maskapai yang melakukan maintenance karena kecepatan distribusi material menjadi fokus utama dari pelaku bisnis MRO (maintenance, repair, and overhaul).

Keberadaan PLB bagi GMF AeroAsia memiliki beberapa keuntungan bagi pelaku industri aviasi, diantarannya dengan fleksibilitas dapat dimiliki oleh GMF, pemasok dan importir komponen material. Fleksibilitas yang dimaksud disini adalah kemudahan kegiatan penimbunan barang menjadi lebih sederhana di dalam industri PLB serta para pelaku industri aviasi disini akan mendapatkan penangguhan bea masuk dan pajak apabila transaksi dilakukan di dalam Pusat Logistik Berikat.

Selain itu, keuntungan bagi GMF selaku penerima fasilitas PLB disini adalah meminimalisir Turn Around Time untuk pengerjaan perawatan pesawat. “GMF berharap dapat berkontribusi dalam memastikan kelaikan pesawat udara” tegas Juliandra. (*/eq)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close