Hot NewsInternasionalNews

IATA: Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas Utama

Infopenerbangan,- 24 April 2017 (Seoul) – Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mendesak para seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) keselamatan penerbangan untuk memperkuat komitmen mereka terhadap keselamatan penerbangan berdasarkan standar global, kerja sama dan komunikasi, dan penggunaan data yang efektif.

Alexandre de Juniac, Direktur dan CEO IATA,mengatakan, “Keselamatan adalah prioritas utama bagi semua yang terlibat dalam industri penerbangan dan ini merupakan transportasi yang paling aman untuk perjalanan jarak jauh. Tahun lalu, terhitung lebih dari 40 juta penerbangan yang masuk kategori aman. “Itu adalah prestasi yang patut kita banggakan. Dan itu bisa terjadi  karena adanya  sebuah framework  yang digabungkan dengan standar global, kerja sama dan kelengkapan data, ” katanya.

Melalui pidatonya di event Konferensi Keselamatan dan Penerbangan IATA di Seoul, Korea Selatan, Juniac mengatakan bahwa untuk melakukan penyelidikan kecelakaan udara, dibutuhkan kerjasama standar global yang lebih besar.

“Standar global ada, tapi tidak diterapkan secara universal. Proses penyidikan adalah salah satu alat pembelajaran terpenting kami saat membangun standar global. Namun, sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa ada sekitar 1.000 kecelakaan yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir, akan tetapi laporan kecelakaan yang ada hanya terdapat sekitar 300 dari jumlah keseluruhan. Untuk belajar dari sebuah kecelakaan, kita butuh laporan yang lengkap, mudah diakses dan tepat waktu. Kami juga membutuhkan dukungan negara untuk sepenuhnya menghormati seluruh standar dan proses yang tercantum dalam kesepakatan global yang telah ditentukan oleh orang orang yang berkaitan untuk penyelidikan, “kata de Juniac.

“Kami memiliki kepentingan bersama dalam penerbangan yang aman dan nyaman. Namun bulan lalu, AS dan Inggris mengumumkan tidak memperbolehkan perangkat elektronik yang berukuran besar untuk ikut dibawa masuk ke dalam kabin pesawat pada beberapa penerbangan dari Timur Tengah dan Afrika Utara. Tidak adanya konsultasi dengan maskapai penerbangan dan disebut sebagai tindakan yang tidak konsisten, karena keamanan mengenai  baterai lithium pada pesawat terbang belum dipertimbangkan atau ditangani secara memadai. Banyak pembelajaran yang bisa diambil dari ini, pemerintah perlu berbagi informasi dan berkonsultasi dengan industri, serta mendukung Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) karena mengembangkan rencana keamanan penerbangan berbentuk global,”katanya. (*/NP)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close