News

KEMENHUB HARAP INSENTIF PSC BERLANJUT TAHUN INI

InfoPenerbangan,- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan insentif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) berupa passenger service charge (PSC) untuk tetap diberikan pada tahun 2021 ini. Upaya ini sebagai salah satu bantuan untuk menggerakkan industri penerbangan dari pemerintah.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, hingga kini belum ada mekanisme yang disetujui dari pemerintah untuk kembali memberikan subsidi bagi maskapai penerbangan.

Meski begitu, Novie mengatakan pihaknya sudah mengusulkan subsidi maskapai ke Kementerian Keuangan agar bisa direalisasikan kembali di tahun 2021.

“Ini kita upayakan juga ada stimulus dari Kemenhub yang diusulkan ke Kemenkeu dapat terealisasi,” ujar Novie.

Pada tahun lalu, Kemenhub menganggarkan subsidi PSC sebesar Rp 255 miliar.

“Di 2021 kami sudah berjuang memasukan usulan ini kembali dilakukan perpanjangan dengan memebrikan subsidi langsung kepada penumpang,” ujar Novie dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR, Senin (8/2/2021).

Kementerian Perhubungan menyampaikan telah merealisasikan secara penuh insentif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) berupa PSC di 13 bandara senilai total Rp255,19 miliar hingga akhir Desember 2020.

Hal ini, terbukti dari tingkat keterisian penumpang atau load factor pada akhir tahun di atas 50 persen.

“Terbukti load factor akhir 2020 lebih baik sampai 60 persen peforma penerbangan kita. Januari Februari turun kita harapkan ada stimulus yang ada yang diusulkan dapat terealisasi,” ucap Novie.

Pada 2021 maskapai kembali memberlakukan tarif normal di luar insentif PJP2U karena insentif berakhir di Desember 2020 lalu. Perpanjangan stimulus belum dilakukan oleh pemerintah tapi sedang kembali diperimbangkan untuk tahun 2021 ini. (*)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close