DomestikHot NewsNews

Kemenpar Jajaki Kerjasama dengan Silk Air Laos

Infopenerbangan  – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus berupaya melakukan kerjasama dengan sejumlah maskapai domestik maupun mancanegara guna meningkatkan jumlah Wisatawan mananegara (Wisman)  termasuk pasar Asia Tenggara.
Akses menjadi bagian penting untuk menaikkan jumlah wisman ke tanah air. Kementerian di bawah komando Arief Yahya melakukan pertemuan dengan maskapai Singapore Airlines Group, Silk Air, di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Viantiane, Laos, belum lama ini.
Pertemuan tersebut dilakukan oleh Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani. Wanita yang biasa dipanggil Kiki itu bertemu dengan Manager Silk Air Laos Caleb Sim.
”Terima kasih, kami sangat antusias untuk menjajaki kerjasama dengan pemerintah Indonesia, bisa kita mulai dari mana saja, kami suka dengan Famtrip, kami juga suka dengan festival-festival, sehingga kami bisa membuka penerbangan yang baru ke Indonesia. Terutama membawa pasar Laos yang punya kemiripan dengan Indonesia. Mari kita laksanakan,” ujar Caleb usai pertemuan.
Caleb menambahkan, ke depannya, pihak Silk Air akan mendata berapa jumlah tour and travels yang ada di Laos, dan selanjutnya seluruh industri yang ada di Laos untuk dibawa menggelar Familirazation Trip atau wisata pengenalan di Indonesia.
”Bali sudah sangat populer di Laos dan juga dunia, namun kami juga sudah tahu bahwa pemerintah Indonesia mendorong destinasi-destinasi yang indah yang lainnya, kami akan coba membuka penerbangan dari Laos ke Bangkok, maupun Singapura dan langsung menuju tempat-tempat destinasi lainnya selain Bali,” kata Caleb.
Dalam pertemuan tersebut, Kiki memaparkan banyak peluang untuk membuka penerbangan dan membuat Wisman nyaman di Indonesia, ada 10 tempat wisata prioritas yang telah di tetapkan.
Destinasi yang biasa disebut dengan 10 Bali Baru adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Morotai, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Borobudur, Tanjung Lesung, Bromo Tengger Semeru, Labuan Bajo, Wakatobi, Mandalika NTB.
Kiki mengambil contoh Bandara Silangit, Sumatera Utara. Kata dia, Indonesia telah memutuskan Bandara Silangit menjadi Bandara Internasional. Kiki juga memaparkan progress wisata di Borobudur dengan paket Yogyakarta, Solo dan Semarang atau biasa disebut dengan Joglosemar.
“Bandara Adisucipto dan Ahmad Yani yang masuk Great Joglosemar memiliki kontribusi besar sebagai pintu masuk utama wisman dan juga bisa terus ditambah untuk didatangkan Silk Air. Bisa dikunjungi setelah dari Bali atau sesudah dari Semarang dan Jogja,” katanya.
Soal Air Connectivity atau akses udara, Menpar Arief Yahya terus memperbesar daya angkut atau seats capacity. Sedangkan urusan airline, airport dan authority soal angkutan udara itu domain-nya bukan di Kemenpar. Dibutuhkan total collaboration, dengan Kemenhub, Airlines, Airnav, dan Angkasa Pura. (*/Fjn).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close