
InfoPenerbangan,- Tri Andayani resmi mendapatkan amanah baru sebagai Direktur Utama InJourney Aviation Services (IAS), sebuah perusahaan yang menjadi bagian penting dalam ekosistem industri penerbangan nasional.
Penunjukan ini semakin memperkuat rekam jejaknya sebagai salah satu pemimpin perempuan berpengalaman di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kabar tersebut turut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk komunitas alumni Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada (KAGAMA MBA). Saat ini, Tri Andayani juga menjabat sebagai Ketua Umum KAGAMA MBA periode 2024–2027.
Selama berkarier, Tri Andayani dikenal memiliki pengalaman yang luas di berbagai sektor industri strategis. Ia memulai perjalanan profesionalnya di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), tempat ia mengabdi selama kurang lebih 15 tahun. Pengalaman di sektor perbankan tersebut menjadi fondasi kuat sebelum dirinya dipercaya menduduki berbagai posisi penting di sejumlah perusahaan pelat merah.
Setelah meninggalkan BNI, Tri pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan SDM serta Direktur Operasi di PT Len Industri (Persero). Kariernya kemudian berlanjut di sektor transportasi sebagai Direktur Keuangan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI. Selanjutnya, ia dipercaya mengemban tugas sebagai Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis PT Phapros Tbk.
Selain aktif di dunia korporasi, Tri juga terlibat dalam berbagai organisasi profesional dan alumni, termasuk Srikandi BUMN. Di bidang akademik, ia merupakan lulusan Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada (UGM) dan saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral di Universitas Brawijaya.
Berbekal pengalaman lintas sektor mulai dari perbankan, manufaktur, pelayaran, farmasi, hingga transportasi, Tri Andayani diharapkan mampu membawa InJourney Aviation Services semakin berkembang dan memperkuat perannya dalam mendukung industri aviasi Indonesia.
Mengenal InJourney Aviation Services (IAS)
InJourney Aviation Services (IAS) atau PT Integrasi Aviasi Solusi merupakan perusahaan yang lahir dari proses konsolidasi sembilan anak usaha pendukung aviasi yang sebelumnya berada di bawah Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, dan Garuda Indonesia. Pembentukan IAS menjadi bagian dari transformasi yang dilakukan oleh holding pariwisata dan aviasi Indonesia, InJourney.
Melalui langkah konsolidasi tersebut, InJourney berupaya menciptakan ekosistem layanan pendukung penerbangan yang lebih terintegrasi, efisien, dan memiliki standar pelayanan yang seragam di seluruh Indonesia.
Saat ini IAS membawahi sejumlah entitas operasional yang terbagi ke dalam beberapa pilar bisnis utama.
1. Ground Handling dan CargoPT Gapura Angkasa:
Fokus utama pada layanan penanganan pesawat di darat (ground handling), pelayanan penumpang (passenger handling), serta operasional terminal kargo bandara.
2.LogisticsPT Angkasa Pura Logistik (APLog):
Menyediakan solusi logistik terintegrasi, manajemen rantai pasok (supply chain), pergudangan, hingga pengiriman kargo domestik dan internasional.
3. HospitalityPT IAS Hospitality Indonesia:
Mengelola layanan kenyamanan penumpang di bandara, termasuk operasional berbagai tingkatan Airport Lounge (Platinum, Gold, Silver, Umrah) serta layanan asisten perjalanan premium.
4. Operations Support & FasilitasPT IAS Support Indonesia:
Layanannya mencakup penyediaan tenaga kerja alih daya, perawatan peralatan bandara, dan layanan ICT.
Sementara itu, PT IAS Property Indonesia berfokus pada pengembangan infrastruktur pendukung aviasi, pengelolaan aset dan properti bandara, serta optimalisasi kawasan komersial di sekitar bandara.
Dengan struktur bisnis yang terintegrasi tersebut, InJourney Aviation Services kini menjadi salah satu pemain utama dalam layanan pendukung industri penerbangan nasional.
Kehadiran Tri Andayani sebagai Direktur Utama diharapkan dapat mempercepat transformasi perusahaan sekaligus meningkatkan daya saing layanan aviasi Indonesia di tingkat regional maupun global.(*)
