Domestik

KENAPA TELUR JARANG DISAJIKAN DIPEAWAT

Infopenerbangan,- Sudah umum diketahui, makanan yang kita santap di dalam kabin pesawat saat terbang terasa hambar, Pihak maskapai penerbangan sudah berusaha untuk menyajikan santapan terbaik bagi penumpangnya. ”Namun, ada beberapa jenis makanan yang bakal jarang atau hampir tidak pernah kamu temui di dalam pesawat terbang.

Apa sajakah itu?

1. Omelet

Telur memang kadang disajikan dalam penerbangan, tetapi banyak maskapai yang menghindarinya, Indera perasa dan penciuman yang rendah membuat sepiring telur tampak tidak menggugah selera,” Telur yang dimasak dapat berubah tengik dengan cepat di pesawat bahkan kru maskapai dilaporkan telah menghindari telur setiap kali terbang.

2. Roti panggang.

Ada beberapa perdebatan mengenai penyajian roti panggang dalam pesawat dan hanya sedikit maskapai yang masih menyajikan roti panggang. Namun, roti panggang merupakan satu opsi makanan yang paling jarang ditawarkan dalam penerbangan. Seperti telur, roti mudah tengik saat berada di ketinggian, sementara, memanggang roti dalam pesawat dapat memicu aktifnya detektor asap.

3. Durian.

Durian dikenal sebagai buah yang paling bau di dunia. Saking tajam baunya, ada laporan dan berita yang berkali-kali mengatakan durian dilarang seperti di bandara Singapura dan bahkan ada perempuan yang dilarang naik pesawat dengan membawa durian. ”Mengingat maskapai penerbangan tidak mengizinkan penumpang membawa durian, tentu saja buah ini tidak pernah ditawarkan dalam menu sajian in-flight.

4. Keju yang berbau menyengat.

Keju yang berbau menyengat masuk kategori, ”benda yang dilarang akibat bau yang mengganggu. Memang sih, jenis keju yang menyengat baunya seperti raclette, Gruyere, dan blue cheese bisa menggugah selera makan dari aroma dan rasanya. ”Namun, keju ini tidak pernah disajikan dalam penerbangan karena dikhawatirkan baunya mengganggu para penumpang.

5. Kacang.

Kacang memang bisa menjadi pilihan in-flight snack yang tepat bagi sebagian besar orang. ”Namun, banyak maskapai penerbangan yang menghindari penyajian kacang untuk membantu mengakomodir penumpang yang memiliki alergi mematikan. Menurut sebuah penelitian, ada peningkatan kasus alergi kacang sebanyak 21 persen sejak 2010.Karena maskapai melayani semua jenis traveler, dibuatlah keputusan untuk menjauhkan kacang dari sajian makanan dalam kabin pesawat.

Hal ini membantu penerbangan menjadi jauh lebih aman.

Sumber Aviasi / TII / ethan

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close