DomestikHighlight

Kinerja Garuda Indonesia Pada Tahun 2014

Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia, menutup tahun 2014 dengan membukukan Pendapatan Operasi (Operating Revenue) sebesar  USD 3,93 miliar, meningkat 4,6 persen dibanding tahun 2013 sebesar USD 3,76 miliar. Namun demikian, Perseroan membukukan “comprehensive loss” sebesar negatif USD 338,4 juta pada tahun 2014, naik dari tahun 2013 sebesar negatif USD 5,6 juta.

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, serta harga bahan bakar yang sebelumnya sempat mencapai harga tertinggi, serta aspek regulatory yang kurang kondusif terhadap industri penerbangan telah memberi dampak yang luar biasa terhadap kinerja perusahaan-perusahaan penerbangan internasional, termasuk Garuda Indonesia.

Selain itu, kinerja keuangan Garuda Indonesia juga dipengaruhi oleh adanya “impairment loss” yang dialami perusahaan sebesar USD 113.5 juta dari proses early termination, re-evaluasi aset, serta investasi yang dilakukan perusahaan di perusahaan penerbangan Merpati Nusantara Airline dan Gapura Angkasa.

Selama tahun 2014, Garuda Indonesia Group (termasuk anak usaha di segmen LCC, Citilink) mengangkut sebanyak 29,14 juta penumpang; meningkat 16,7 persen dibanding tahun 2013 sebanyak 25 juta penumpang. Kapasitas produksi (Availability Seat Kilometer/ASK) pada tahun 2014 juga meningkat sebesar 16,3 persen menjadi 50,14 miliar, dibanding tahun 2013 sebesar 43,13 miliar. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close