DomestikNews

LESSOR GUGAT GARUDA INDONESIA

Infopenerbangan,- Sejak bulan Maret 2020 Garuda Indonesia ternyata sudah digugat oleh beberapa lessor Eropa. Tidak semua maskapai penerbangan membeli pesawat dengan dana sendiri, pada umumnya pesawat disewa dari lessor dengan kesepakatan biaya pinjaman.

Garuda Indonesia memiliki 142 pesawat, 130 unit merupakan pesawat yang disewa dari lessor.

Keuntungan dari menyewa pada lessor adalah hal yang tidak bisa dipungkiri bagi pihak maskapai, pesawat yang sudah mencapai usia tertentu akan dikembalikan kepada lessor untuk dipensiunkan.

Saat ini PT Garuda Indonesia tengah membahas negosiasi kontrak sewa pesawat di tengah gugatan hukum yang timbul dari para lessor.

Irfan Setiaputra selaku Direktur Utama Garuda Indonesia mengerti betapa berpengaruhnya pandemi covid-19 di industri penerbangan dan menjadi beban finansial penyewaan pesawat yang di tanggung perusahaan.

Pada Kamis (24//9/20) Irfan juga mengatakan,”Kami terus bicara dengan para lessor untuk mencapai kata sepakat. Mayoritas lessor sudah menyetujui tetapi beberapa yang lainnya masih on going. Kami berharap
semua mencapai kata sepakat,”

Perusahaan lessor yang di gunakan Garuda Indonesia yaitu Helice Leasing S.A.S (Perancis) dan AerCap (Irlandia) telah menggugat Garuda Indonesia karena tidak membayar biaya sewa pesawat.

  • Helice menggugat Garuda Indonesia pada 27 Maret 2020 di pengadilan Belanda
  • AerCap menggugat Garuda Indonesia pada 14 Mei 2020 di pengadilan London Inggris
  • Helice kembali menggugat Garuda Indonesia pada 29 Mei 2020  di pengadilan Perancis.

Gugatan Helice kepada Garuda Indonesia disetujui oleh pengadilan Belanda & Perancis. Akibatnya permohonan sita jaminan atas dana Garuda Indonesia yang ada di rekening Belanda & Perancis disetujui.

Akibat tidak memenuhi kewajiban atas pembayaran sewa pesawat Garuda Indonesia tidak hanya menerima penyitaan dana jaminan namun juga menerima surat pembatasan terbang dari beberapa lessor.

Garuda Indonesia bernegosiasi kepada lessor untuk dapat mengoperasikan kembali pesawatnya dan persetujuan penangguhan, pembayaran sewa pesawat dan pencadangan perawatan sudah diserahkan kepada lessor.

Garuda Indonesia telah menyampaikan permohonan penundaan pembayaran bunga dan pokok untuk pembiayaan 6 pesawat Bombardier CRJ-1000.

Lihat Juga Disini.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close