Hot NewsInternasionalNews

Maskapai El Al Minta Bantuan IATA Lintasi Wilayah Arab Saudi

Infopenerbangan,- Maskapai pesawat asal Israel, El Al, meminta bantuan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) untuk bisa mengakses wilayah udara Arab Saudi. Hal dimaksudkan agar El Al bisa bersaing dengan maskapai Air India yang kini memiliki penerbangan langsung antara India-Israel.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (1/3/2017), selama ini maskapai El Al tidak memiliki izin untuk terbang langsung melintasi wilayah udara Saudi. Otoritas Saudi sendiri tidak mengakui Israel sebagai sebuah negara.

Mengabulkan akses ke wilayah udaranya bagi maskapai Israel berarti mencabut larangan yang telah berlangsung selama 70 tahun terakhir. Hal ini, jika terjadi, tentu akan menandai pergeseran diplomatik dramatis dari otoritas Saudi.

Permohonan bantuan pada IATA ini disampaikan oleh CEO maskapai El Al, Gonen Usishkin, kepada Kepala IATA, Alexandre de Juniac, pada Rabu (28/2) waktu setempat. Reuters telah melihat langsung surat itu dan isinya.

Permohonan maskapai El Al menanggapi rencana Air India yang akan mengoperasikan penerbangan langsung ke Tel Aviv dengan melintasi wilayah udara Saudi. Rute Air India itu jauh lebih pendek dari rute yang selama ini ditempuh seluruh maskapai yang mengudara ke wilayah Israel. Sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari Air India soal apakah pihaknya telah menerima izin melintasi wilayah udara Saudi.

Dalam surat itu, Usishkin mengaku dirinya menyadari bahwa tidak ada akan izin terbang melintasi wilayah udara Saudi yang akan dikabulkan untuk maskapai Israel. Namun dia meminta Juniac untuk membantunya mencegah hal yang disebutnya sebagai ‘arena bermain yang tidak seimbang’.

“Saya menjangkau Anda dan secara baik-baik meminta IATA untuk mengintervensi dan mewakili kepentingan industri penerbangan dengan mengadvokasi hak-hak kesetaraan terbang bagi seluruh maskapai di atas wilayah Kerajaan Arab Saudi dan melawan setiap bentuk diskriminasi,” tulis Usishkin dalam suratnya seperti dilihat Reuters.

IATA diketahui memiliki 280 maskapai anggota dari 120 negara di dunia. Belum ada tanggapan dari IATA atas surat CEO maskapai El Al ini.

Selama ini, maskapai El Al mengoperasikan empat penerbangan dalam seminggu, dengan tujuan Mumbai, India. Namun penerbangan itu menempuh waktu lebih lama, yakni 7 jam, karena menghindari wilayah udara Saudi. Pesawat maskapai Israel harus terbang berputar ke rute selatan melalui Ehtiopia baru ke arah timur menuju India. Jika rute lebih pendek bisa ditempuh, maka penerbangan jauh lebih cepat dan biaya jauh lebih sedikit.

Dalam suratnya, Usishkin juga menyatakan dirinya telah meminta bantuan dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membantu menyelesaikan persoalan ini. (*/NP)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close