Uncategorized

MASKAPAI EROPA KENA IMBAS VIRUS CORONA

Infopenerbangan – Maskapai Eropa meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap wabah virus corona pada Jumat (28/2). Hal ini seiring dengan pemilik British Airways, International Consolidated Airlines Group (IAG) dan Finnair yang memprediksi penurunan pendapatan. Easyjet juga melaporkan penurunan drastis terhadap permintaan, baik yang masuk maupun keluar dari wilayah terkena virus di Italia.

Untuk meningkatkan daya tarik, ketiga maskapai memutuskan memberikan diskon. Seperti dilansir di Reuters, Jumat, mereka bersaing, di tengah badai yang belum diketahui seberapa lama durasi dan tingkat keparahannya.

Virus corona, yang baru muncul akhir tahun lalu di China, kini berdampak pada sektor pariwisata di banyak negara. Tingkat perjalanan menurun dalam beberapa tahun terakhir karena wabah sudah semakin menyebar di seluruh dunia, meningkatkan kekhawatiran pandemi yang dapat menjerumuskan ekonomi global ke dalam resesi tersebut.

IAG, yang juga memiliki Iberia dan Aer Lingus, biasanya memberikan perkiraan pendapatan tahunan pada bulan-bulan ini. Tapi, karena perusahaan masih belum bisa menilai seberapa besar dampak dan durasi wabah Corona, mereka belum dapat memberikan gambaran laba secara akurat.

Tapi, IAG sudah memperingatkan akan adanya pelemahan permintaan di rute Asia dan Eropa. “Terjadi juga pelemahan dalam perjalanan bisnis di seluruh jaringan kami, karena banyaknya pembatalan acara industri dan pembatasan perjalanan oleh perusahaan,” tulis perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Dalam beberapa hari terakhir, British Airways telah membatalkan penerbangan ke dan dari Italia, Singapura maupun Korea Selatan, setelah menangguhkan semua penerbangan langsung ke Cina pada Januari. IAG mengatakan, pembatalan lebih lanjut kemungkinan akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Proyeksi pertumbuhan lalu lintas udara yang lebih rendah mendorong perusahaan teknologi di bidang perjalanan asal Spanyol, Amadeus, memperkirakan perlambatan pertumbuhan laba inti sepanjang 2020. Tapi, mereka menekankan, prospek tersebut belum termasuk memperhitungkan dampak yang tidak pasti akibat wabah corona.

Dalam menangani perlambatan pertumbuhan bisnis, IAG mengatakan, perusahaan tengah memangkas biaya produksi. Tapi, mereka belum memberikan rinciannya. Kebijakan ini sudah dilakukan oleh Lutfhansa asal Jerman dan KLM yang berbasis di Amsterdam.

Saham maskapai penerbangan diketahui sudah menjadi salah satu korban terbesar dari kekalahan pasar saham pekan ini. Penyebabnya, ketakutan terhadap virus corona yang telah mencengkeram para investor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
gudanggacor
https://bridgejunks.com/ https://crownmakesense.com/ https://brithaniabookjudges.com/ https://hughesroyality.com/ https://rhythmholic.com/ http://konfidence.cz/ https://nfxdigital.com/ https://muscadinepdx.com/ https://oncoswisscenter.com/ https://www.turunclifehotel.com/bandar89/ bandar89 https://www.medboxrx.com/ https://www.kupujmo-lokalno.hr/ https://www.english-chesterfields.co.uk/wp-includes/images/