Uncategorized

PEMERINTAH TUNDA SEMENTARA PENERBANGAN RUTE TIONGKOK

Infopenerbangan – Pemerintah mulai hari ini Rabu (5/2/2020) pukul 00.00 WIB, memutuskan untuk menunda seluruh penerbangan langsung dari dan ke daratan RRT, dalam rangka antisipasi merebaknya virus Corona. Disamping itu pendatang yang tiba dari daratan RRT dan sudah berada di sana selama 14 hari, untuk sementara juga tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia.

Demikian juga dengan kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara RRT yang bertempat tinggal di daratan RRT untuk sementara juga dihentikan. Pemerintah juga meminta warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland China.

Langkah pemerintah ini sejalan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang telah mengeluarkan pernyataan darurat kesehatan global atas wabah Virus Corona atau 2019-nCoV yang pertama kali diidentifikasi di Kota Wuhan, China.

Ketua INACA Denon Prawiraatmadja, saat dikonfirmasi mengenai penundaan penerbangan ini dan pengaruhnya terhadap maskapai nasional yang terbang dari/ke China, menyatakan memang akan berpengaruh khususnya terhadap trafik penumpang asal Tiongkok ke Indonesia.

Menurutnya, rata-rata wisman asal Tiongkok per tahun sekitar 2 juta atau 167.000 per bulan. Jika mengacu pada SARS pada tahun 2003 silam, yang berdampak sekitar 8 bulan, maka diperkirakan jumlah wisman asal Tiongkok akan turun sekitar 1,3 juta orang.

Jumlah wisman asal Tiongkok sendiri berdasarkan jumlah merupakan rangking kedua setelah wisman asal Malaysia yang sekitar 2,5 juta per tahun.

Denon memahami langkah pemerintah Indonesia untuk melindungi warga negaranya dengan menutup akses perpindahan virus Corona ke Indonesia yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

Sementara pengamat penerbangan Arista Atmadjati mengatakan, keputusan yang diambil pemerintah tersebut tentu akan berdampak pada maskapai penerbangan nasional, khususnya akan berpengaruh terhadap capaian target revenue. Untuk itu, ia berharap agar pemerintah memberikan keringanan/diskon biaya operasional kepada maskapai terdampak. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close