DomestikHot NewsNews

Pertumbuhan Bisnis MRO di Indonesia

Infopenerbangan,- Nilai bisnis dalam dunia Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) mencapai 1,5 miliar dolar per tahun dan baru 40 persen yang terserap oleh industri MRO tanah air, sisanya keluar negeri. Indonesian Aircraft Maintenance Shop Association (IAMSA) mendorong anggotanya untuk mampu tampil dalam kancah industri ini yang baru 3-5 tahun belakangan dikenal.

Ketua umum IAMSA Richard Budihardianto menjelaskan tidak heran kalau perkembangan bisnis MRO di Indonesia agak lambat di banding negara lain. Namun demikian nada optimisme masih terlontar darinya.

“Saat ini di Indonesia ada kurang lebih 1000 pesawat yang beroperasi. Di 2020 diprediksi akan bertambah menjdi 1400 . Jumlah pesawat ini tidak imbang dengan jumlah MRO yang ada, nah ini peluang bisnis ini,” ucapnya saat dijumpai di Jakarta, Rabu (22/11).

Pada tahun  2018-2019 diperkirakan Asia akan memimpin di bidang aviasi. Untuk wilayaj asia 70 persen ada di Asia Pasifik. 30 persen ada di China. Di Asean yang saat ini menjadi leading adalah Singapura.

“Indonesia dua tahun kedepan diprediksi akan memimpin namun kapasitas MRO nya kurang. Untuk kami ingin anggota terus bisa berkembang untuk dapat melakukan terobosan seperti bergabung dengan partner dari luar,” imbuhnya kepada infopenerbangan.

Oleh karena itu pihaknya sejak 2012 telah konsisten mengadakan acara AMROI yang merupakan ajang MRO terbesar di Indonesia dan Asia. Saat ini terus berkembang dan terbukti dengan semakin bertambahnya peserta dari negara luar. “Hal ini kami lakukan untuk membangun fasilitas di Indonesia. Bicara kemampuan Indonesia, engineer dan teknisi kita telah mampu bersaing dengan luar negeri,” pungkasnya.

Salah satu pelaku bisnis MRO, Sudrazat yang juga sebagai Direktur Wira Jasa Angkasa (WJA) menjelaskan di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik dengan rata-rata pertumbuhan pasar sebesar 12,3 persen sampai tahun 2020. Sedangkan nilai pasar MRO , khususnya pesawat kecil bermesin tunggal seperti Cesna C280 di Indonesia diproyeksikan akan tumbuh mencapai 15 persen per tahun.

“Melihat besarnya peluang itu, kami dalam beberapa waktu kedepan akan membuka pusat perawatan di wilayah timur Indonesia dan ditargetkan bisa dimulai tahun 2018 dan bisa beroperasi di pertengahan 2019,” jelasnya. (Eky Fajrin)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close