
InfoPenerbangan,- Sebuah pesawat kargo C-130 Hercules milik Angkatan Udara Turki dilaporkan jatuh di kawasan Sighnaghi, Georgia Timur, pada Selasa (11/11/2025).
Pesawat tersebut tengah dalam perjalanan dari Ganja, Azerbaijan, menuju Turki ketika insiden tragis itu terjadi.
Melalui pernyataan resmi pada Rabu (12/11), Kementerian Pertahanan Turki mengonfirmasi bahwa seluruh 20 orang di dalam pesawat, termasuk awak dan penumpang, meninggal dunia. Hingga kini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Presiden Recep Tayyip Erdogan menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa para personel yang menjadi korban merupakan bagian dari satuan militer yang baru saja menghadiri peringatan Hari Kemenangan Azerbaijan pada 8 November.
Erdogan juga mengungkapkan bahwa kotak hitam pesawat telah ditemukan, dan analisis sedang dilakukan untuk mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat.
Pemerintah Turki telah mengirimkan tim investigasi beranggotakan 46 orang ke lokasi kejadian. Tim ini bekerja sama dengan otoritas Georgia untuk mengamankan area dan memeriksa serpihan pesawat yang dilaporkan tersebar di area perbukitan dan lahan pertanian.
Hingga Rabu malam, 19 jenazah korban berhasil ditemukan, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian. Tayangan televisi nasional NTV memperlihatkan lokasi jatuhnya pesawat yang hancur berkeping-keping dan tersebar di beberapa titik.
Menurut laporan Otoritas Penerbangan Georgia, pesawat Turki itu hilang kontak beberapa menit setelah memasuki wilayah udara Georgia tanpa sempat mengirimkan sinyal darurat.
“Kawan seperjuangan kami yang gagah berani gugur dalam tugas pada 11 November 2025, ketika pesawat kargo militer C-130 kami yang baru kembali dari Azerbaijan mengalami kecelakaan di dekat perbatasan Georgia-Azerbaijan,” ujar Menteri Pertahanan Turki, Yasar Guler, seperti dikutip dari Associated Press.(*)
