Hot NewsInternasionalNews

Pilot Lupa Masukkan Roda Pesawat, Air India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Infopenerbangan,- Dua orang pilot maskapai penerbangan Air India dirumahkan setelah membuat pesawat yang mereka terbangkan nyaris kehabisan bahan bakar. Kedua pilot itu lupa memasukkan roda pendarat pesawat Airbus A320 berpenumpang 99 orang jurusan Kolkata ke Mumbai.

Akibatnya, setelah 90 menit mengudara penerbangan Air India AI676 itu terpaksa dialihkan ke bandara Nagpur karena bahan bakar pesawat tak mencukupi untuk terbang hingga Mumbai.

Berdasarkan seorang sumber dari Air India yang dikutip Mirror, Minggu (30/7/2017), pesawat tersebut kesulitan untuk menambah ketinggian dan terpaksa terbang di ketinggian 24 ribu kaki dibandingkan ketinggian normal pada 35 sampai 37 ribu kaki. Pesawat tersebut juga hanya dapat terbang dengan kecepatan 230 knot bukan pada kecepatan normal 500 knot.

Meski mengalami semua kendala ini, kedua pilot baru menyadari mereka lupa menarik masuk roda pendaraat saat mereka berusaha menurunkan ketinggian jelajah.

Menurut seorang pilot senior Air India mengatakan, roda pendarat yang tak dimasukkan memicu penggunaan bahan bakar berlebih. Selain itu, roda tak dimasukkan itu akan menghasilkan suara bising bagi kru kabin dan penumpang serta menimbulkan getaran yang cukup parah.

Dia merasa terkejut karena tidak ada seorang pun yang mengeluhkan kondisi penerbangan yang buruk dan menduga para penumpang mengira hal tersebut disebabkan musim hujan.

“Mereka baru menyadari roda pendaratan turun hanya saat bersiap mendarat di Nagpur setelah kehabisan bahan bakar,” kata pilot yang tidak disebutkan namanya itu.

Sang pilot senior mengatakan, sebuah keajaiban ketika kedua pilot menyadari bahwa bahan bakar menipis dan mengkritik kru yang menanggapi masalah ini dengan langkah seadanya.

“Hal ini menunjukkan buruknya kesadaran akan situasi kritis dan buruknya manajemen antara kedua pilot selama penerbangan,” tambah dia. Juru Bicara Air India Dhananjay Kumar mengatakan, kedua pilot telah dibebastugaskan sementara penyelidikan berlangsung. (*/NP)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close