DESTINATION

Pontianak Menyimpan Legenda Dunia

Kota Pontianak selain merupakan ibukota propinsi, juga merupakan kota terbesar di Kalimantan Barat yang dilintasi oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak serta yang menjadi keelokan adalah dilaluinya garis Khatulistiwa. Kota ini juga dikenal dengan nama Khun tien oleh etnis Tionghoa di Pontianak. Tak lain lagi ciri khas juga pada masyarakat percampuran etnis yang menjadikan Pontianak dan sekitarnya, terutama Singakawang sebagai kampung Tionghoa.

 

p-2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tugu Khatulistiwa

Sudah menjadi ciri khas tersendiri bagi Kota Khatulistiwa ini. Tugu ini terletak di sisi jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara. Daya tarik Tugu ini pun terlihat tanggal 21 -23 Maret dan 21-23 September sebuah peristiwa saat terjadi kulminasi, yakni matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu bayangan tugu “menghilang” beberapa detik, meskipun diterpa sinar Matahari. Kita yang berdiri di sekitar tugu juga akan hilang bayangannya selama beberapa saat.

Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzihter Wiesedikutip dari Bijdragentot de geographie dari Chep Van den topographieschen dient in Nederlandsch Indie: Den 31 Sten Maart 1928, telah datang di Pontianak suatu ekspedisi internasional yang dipimpin seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di Pontianak. Pada tahun 1928, berhasil dibangun tugu pertama berbentuk tonggak tanda panah. Tonggak itu kemudian disempurnakan tahun 1930.

Selain di atasnya ada tanda panah, juga ada lingkaran. Setelah itu, arsitek Silaban pada tahun 1938 melakukan penyempurnaan dan membangun tugu yang baru.  Tugu inilah yang kemudian bentuknya sangat terkenal di dunia. Bangunan itu terdiri dari empat buah tonggak atau tiang dari kayu belian atau kayu ulin (kayu langka khas Kalimantan). Masing-masing tonggak berdiameter 0,30 meter.

Dua tonggak bagian depan tingginya 3,05 meter dari permukaan tanah, sedangkan dua tonggak bagian belakang, tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah, tingginya 4,40 Diameter lingkaran yang bertuliskan “EUENAAR” 2,11 meter.

 

cheng-beng-hurek-blogspot-com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

cheng-beng-munmun2610-blogspot-com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cheng Beng: Ketika Yang Hidup Menghormati Leluhur

Ritual Cheng Beng ini salah satunya terdapat di Kota Singkawang Kalimantan Barat yang dilaksanakan setiap tanggal 4 atau 5 April. Menurut tradisi Tionghoa hari Cheng Beng (Mandarin: Qingming) orang akan beramai-ramai pergi ke tempat pemakaman orang tua atau para leluhurnya untuk melakukan upacara penghormatan.            Menurut cerita rakyat yang beredar, kebiasaan seperti itu atas suruhan Zhu Yuanzhang, kaisar pendiri dinasti Ming, untuk mencari kuburan ayahnya. Dikarenakan tidak tahu letaknya, ia menyuruh seluruh rakyat untuk menaruh kertas di batu nisan leluhurnya. Rakyatpun mematuhi perintah tersebut, lalu ia mencari kuburan ayahnya yang batu nisannya tidak ada kertas dan ia menemukannya.            Menurut sejarah, Cheng Beng lebih tepat jika dikatakan terjadi pada tengah musim semi. Pertengahan musim semi (Chunfen) sendiri jatuh pada tanggal 21 Maret, sedangkan awal musim panas (Lixia) jatuh pada tanggal 6 Mei. Selain cerita di atas, ada pula tradisi dimana jika orang yang merantau itu ketika pulang pada saat Cheng Beng, orang itu akan mengambil tanah tempat lahirnya dan menaruh di kantong merah. Ketika orang tersebut tiba lagi di tanah tempat ia merantau, ia akan menorehkan tanah tersebut ke alas
kakinya sebagai perlambang bahwa ia tetap menginjak tanah leluhurnya.

Seperti dalam catatan yang disadur dari selebaran Upacara Peringatan Cheng Beng yang diterbitkan oleh Maitricittena, Ekayana Buddhist Center bahwa “Bakti kepada orang tua adalah dasar dari segala perbuatan. Yang paling utama adalah bakti saat orang tua masih hidup yaitu dengan berusaha membalas jerih payah mereka membersearkan kita. Saat orang tua telah meninggal dunia, kita mengenang dan mengingat kembali budi-budi mereka dan sekuat tenaga membalasanya.”

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close