DESTINATION

Potensi Wisata Kelas Dunia, di Sabang

 

Indonesia memiliki kekayaan alam yang tiada duanya, daerah dengan iklim tropisnya membuat daerah yang dilintasi garis khatulistiwa ini memiliki alam yang mempesona. Sabang, ujung barat Indonesia menjadi salah satu daerah yang berpotensi mendunia sebagai tujuan wisata.

Mengunjungi Aceh, tak lengkap rasanya jika tidak menginjakan kaki ke pulau weh atau tepatnya kota Sabang. Sabang memiliki luas 156,3 km² dengan puncak tertinggi 617 meter di atas permukaan air laut. Ujung barat negeri Indonesia ini merupakan salah satu potensi wisata yang memiliki daya tarik yang mendunia. Untuk mencapai sabang kita dapat menempuh perjalanan dengan langsung menggunakan penerbangan dari kota Medan atau juga dari Aceh yang terlebih dahulu menyeberang dengan kapal. Penerbangan langsung hanya dari Bandar udara Kualanamu, Medan dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

ac-5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tim Aviasi berkesempatan untuk mengunjungi pulau ujung ini melalui perjalanan udara dari Bandar Udara Sultan Iskandar Muda kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar 20 menit untuk menuju pelabuhan ule lheu Banda Aceh. Dari situ kita dapat melanjutkan penyeberangan untuk menuju pulau weh yang dapat ditempuh dengan menggunakan kapal cepat atau juga kapal lambat, harga kapal cepat yakni Rp 105.000/orang untuk VIP dan Rp 85.ooo/orang untuk kelas biasa dengan waktu tempuh hanya 45 menit. Adapun untuk harga tiket kapal lambat cukup RP 35.000/orang dengan waktu tempuh 1-2 jam.

Tempat tujuan wisata di sini beragam, diKota Sabang ini memiliki 5 buah danau yaitu Danau Aneuk laot, Danau Paya Senara, Danau Paya Karieng, Danau Paya Peutapen dan Danau Paya Seumesi. Di antaranya yang terbesar adalah Danau Aneuk Laot. Jangan sampai terlewat menyambangi Danau Aneuk Laot yang berada ditengah-tengah kota Sabang. Danau ini merupakan sumber mata air bagi penduduk Pulau Weh. Kali ini,Aviasi berkesempatan untuk mengunjungi titik nol yang berada persis di ujung pulau sabang, sekitar 40 menit perjalanan darat dari pelabuhan Sabang dengan jalanan yang berkelok dan naik turun, dipastikan sepanjang perjalanan mata kamu akan dimanjakan pemandangan yang luar biasa.

Tugu yang terletak di areal Hutan Wisata Sabang tepatnya di Desa Iboih Ujong Ba’u, Kecamatan Sukakarya, sekitar 5 km dari Pantai Iboih. Datanglah ke ujung barat Indonesia ini untuk menapakkan kaki Anda di atas titik kilometer nol yang terbuat dari semen berbentuk lingkaran berdiameter 50 centimeter,namun saying saat tim Aviasi tiba disana tugu nol kilometer sedang dalam perbaikan, yang ada adalah bentuk tulisan nol kilometer.

ac-6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tugu Nol Kilometer Sabang sebenarnya tidak dipancangkan persis di garis terluar sisi barat wilayah Indonesia. Sebenarnya secara teknis, masih ada pulau di sisi paling barat Indonesia yaitu Pulau Lhee Blah, berupa pulau kecil di sebelah barat Pulau Breuh. Hal ini sama terjadi dengan pulau paling selatan yaitu Pulau Rote, walau secara teknis Pulau N’dana ialah pulau paling selatan di Indonesia.

Selanjutnya kita juga bisa melihat pantai Iboih yang sangat indah, dengan warna pasir nya yang putih dan air lautnya yang biru, disini banyak wisatawan local atauun asing yang melakun snorkeling atau juga diving. Bisa juga keliling pulau Rumbia untuk sekedar menikmati pemandangan alam yang indah.

Pantai Iboih yang mulai ramai sejak 3 tahun belakangan ini kerap menjadi tujuan wisata asing seperti dari Switzerland, Malaysia, Singapura dan lainnya. Titik warga sekitar pantai Iboih menuturkan bahwa pantai disini cukup ramai, terutama hari libur, wisatawan asing dan local sudah cukup banyak. “banyak orang bule yang berjemur atau diving kalau disini, mereka suka dengan suasan pantainya yang mirip dengan bali” katanya.

ac-3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Paskal salah seorang wisatawan asal Switzerland mengaku berkunjung ke sabang ingin mencoba diving. “disini katanya pulaunya indah, dan bagus untuk diving saya ingin mencobanya,” terangnya dengan bahasa inggris.

Kota sabang yang berada di pulau weh ini memang menyimpan banyak potensi wisata kelas dunia lainnya, pemandangan yang indah dari atas bukit pantainya yang biru membuat semua itu bisa kita sejejarkan dengan daerah wisata lainnya semisal Bali.

Cecep, warga kota Cimahi, Bandung yang baru kali pertama berkunjung ke Sabang juga menuturkan kepesonaannya pada daerah Sabang ini. “harus ada percepatan pada daerah Sabang ini jika ingin maju, dan itu harus ada pengorbanan, dana yang besar mesti dikeluarkan toh juga akan balik lagi dengan banyaknya wisatawan yang datang,”katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Sabang, Zulfi Purnawati, mengatakan dirinya terkejut bahwa wisatawan yang datang berlibur ke Sabang semakin bertambah. “Libur lebaran tahun lalu, 80 ribu orang datang ke Sabang. Dua kalinya dari jumlah penduduk asli di kawasan ini,” katanya.

Garuda Jembatani Wisatawan Ke Sabang

Sejak awal Febuari lalu maskapai Garuda Indonesia telah memulai penerbangan dari Medan ke daerah tujuan wisata Sabang, Aceh.  Menggunakan pesawat jenis ATR 72 600 kapasitas 70 penumpang, Garuda melayani rute pulang pergi Medan-Sabang tiga kali sepekan: hari Rabu, Jumat, dan Minggu.

Kepala Distrik Manager Garuda Indonesia di Aceh Nano Setiawan menjelaskan, dari bandara Kuala Namu-Medan, pesawat berangkat pukul 08.50 WIB. Pada kondisi normal, butuh waktu 1 jam 20 menit untuk tiba di Sabang.  Sementara dari Sabang ke Medan, pesawat berangkat pukul 10.40 WIB dan tiba di Medan pukul 12.10.

Garuda Indonesia adalah pesawat komersil pertama yang terbang ke Sabang. Sebelumnya, pemerintah setempat sempat menjajakinya dengan Grup Lion, Wings Air. Namun tidak tercapai kesepakatan soal subsidi seat seandainya minim penumpang.

Pembukaan rute baru ini tentu saja memudahkan wisatawan. Sebelumnya, wisatawan yang hendak ke Sabang harus lewat Banda Aceh, lalu meneruskan perjalanan ke Sabang lewat transportasi laut. Sabang yang terletak di ujung barat Indonesia dikenal memiliki keindahan panorama bawah laut dan menjadi salah satu spot menyelam terbaik di Indonesia.

“Garuda ingin menjadi maskapai kebanggan nasional, saat ini hanya Garuda yang terbang ke sabang,” kata Nano.

Namun demikian, tantangan tetap ada diantaranya yakni perlu dukungan semua pihak dalam pengembangaannya, seperti dukungan jadwal, armada yang saat ini masih terbatas, serta dukungan pemerintah daerah setempat. “Kita optimis dalam hal ini, masih ada peluang maju kedepan. Intinya Garuda ingin berperan membantu perkembangan ekonomi di daerah,” ungkap nano saat dijumpai di kantornya.

Angka Kunjungan Wisatawan baik Domestik maupun Mancanegara terus mengalami peningkatan ke Sabang, selama dua tahun terakhir terjadi peningkatan 2x lipat, terutama untuk Wisatawan Domestik

Selama 2 tahun terakhir angka kunjungan Wisatawan ke Sabang mengalami peningkatan, terutama Wisatawan dalam Negeri. Tahun 2012 mencapai 212 Ribu lebih sementara tahun 2013 meningkat menjadi 400 Ribu lebih, sementara hingga bulan Juli 2014 lalu Disbudpar Sabang mencatat kunjungan Wisatawan Domestik sudah mencapai 220 Ribu lebih. Demikian Kepala Bidang Pariwisata DISBUDPAR Kota Sabang . Saat ini  kata Safriadi kunjungan Wisman masih didominasi Wisatawan Petualang atau Bag Packer, sementara domestic kebanyakan Wisatawan Keluarga.

Masih menurut Safriadi saat ini Instansi terkait tengah memperkenalkan sejumlah Destinasi Wisata lain di Pulau Weh hal ini dilakukan agar para Wisatawan dapat lebih lama tinggal di Sabang.

museum tsunami aceh
Doc : museum tsunami aceh
museum tsunami aceh
museum tsunami aceh

 

 

 

 

 

“wisatawan domestik di dua tiga tahun terakhir ini peningkatannya cukup signifikan, sementara wisatawan asing tidak begitu besar tapi terus meningkat, usaha agar wisatawan lebih lama tinggal, kita berupaya  dengan membuka objek wisata baru ” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan untuk Turis Mancanegara Warga Negara Jerman dan Perancis masih mendominasi dan selama 2 tahun terakhir malah pengunjung asal Malaysia juga banyak berlibur ke Sabang. sementara untuk Domestik kebanyakan dari Sumatera khususnya SUMUT. Pintu masuk Wisatawan sendiri tidak hanya melaui Pelabuhan Balohan Sabang, namun juga Kunjungan Kapal Pesiar dan Kapal layar kecil atau Yacht. (Fjn)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close