Uncategorized

QANTAS AKAN LAKUKAN UJI COBA 3 PENERBANGAN JARAK JAUH

Infopenerbangan – Maskapai nasional Australia, Qantas, akan melakukan tiga uji coba penerbangan jarak jauh, yang digadang-gadang menjadi rute komersial non-stop terpanjang di dunia.

Dijadwalkan pada Oktober, November dan Desember, uji coba bernama `Project Sunrise` itu akan menerbangkan Boeing 787-9 dari Brisbane, Sydney, dan Melbourne menuju London dan New York.

Untuk mendapatkan lebih banyak wawasan tentang kesejahteraan awak dan penumpang, Qantas bermitra dengan dua universitas terkemuka Australia, dikutip dari People`s Daily, pada Kamis (22/8).

Mereka ditugaskan memantau pola tidur penumpang, konsumsi makanan dan minuman, pencahayaan, gerakan fisik, dan hiburan dalam pesawat.

Sedangkan untuk memperoleh data mengenai pengaruh perjalanan jarak jauh terhadap jam tubuh seseorang, Charles Perkins Centre dari University of Sydney akan melengkapi sekitar 40 staf maskapai penerbangan, dan menguji penerbangan dengan sensor teknologi yang dikenakan.

Sementara itu, peneliti Universitas Monash akan memeriksa tingkat melatonin pilot dan kru sebelum, selama, dan setelah penerbangan untuk mengukur kewaspadaan mereka.

“Terbang dengan jarak yang sangat panjang menghadirkan banyak pertanyaan yang masuk akal tentang kenyamanan dan kesejahteraan penumpang dan awak. Penerbangan ini akan memberikan data yang tak ternilai untuk membantu menjawabnya,” kata Chief Executive Qantas, Alan Joyce.

“Untuk pelanggan, kuncinya adalah meminimalkan jet lag dan menciptakan lingkungan di mana mereka menantikan penerbangan yang tenang dan menyenangkan.”

“Untuk awak, ini tentang menggunakan penelitian ilmiah untuk menentukan peluang terbaik untuk mempromosikan kewaspadaan ketika mereka bertugas dan memaksimalkan istirahat selama waktu senggang mereka di penerbangan ini.”

Menjelaskan rute baru dari pantai timur Australia ke London dan New York sebagai perbatasan akhir dalam penerbangan, Joyce menambahkan bahwa maskapai harus mendapatkan semua pekerjaan dasar tepat sebelum layanan dimulai.

“Belum ada maskapai yang melakukan penelitian khusus seperti ini sebelumnya, dan kami akan menggunakan hasilnya untuk membantu membentuk desain kabin, layanan penerbangan, dan pola daftar awak untuk Project Sunrise,” terang Joyce.

“Kami juga akan melihat bagaimana kami dapat menggunakannya untuk meningkatkan penerbangan jarak jauh yang ada,” tandas dia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close