News

RAPID TEST MAHAL, BOS LION AIR TAWAR HARGA

Infopenerbangan,- Biaya tes kesehatan Covid-19 ini dianggap mahal dan berdampak pada berkurangnya minat orang untuk terbang. Biaya yang mecapai Rp 2,5 – 3 juta untuk sekali tes PCR dan untuk test Rapid Rp 300 – 400 ribu untuk tes mandiri bagi yang akan terbang.

Maskapai penerbangan keluhkan mahalnya tes PCR, sehingga muncul usulan agar biaya-biaya tes di kurangi.

Edward Sirait selaku Presdir Direktur Lion Air Group mengaku, “mahalnya test PCR menjadi masalah bagi bisnis Industri Penerbangan. Hal ini dikaitkan dengan simpang siur tentang kewajiban Reverse Transcription – Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), rapid test, dan surat keterangan bebas Covid-19”.

Dikutip dari CNBC Indonesia, “misal, tidak semua daerah tersedia PCR, namun mereka membawa surat keterangan sehat dari Rumah Sakit atau Puskesmas. Namun juga ada bandara yang masih ngotot meminta Rapid Tes”.

Dengan diterbitkannya aturan baru dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kementrian Perhubungan. Pemerintah sudah mengatur PCR bukan lagi menjadi kewajiban, menurut Edward.

Di dalam aturan baru jika tes kesehatan yang digunakan Rapid Tes masa berlakunya 3 hari dan jika tes yang digunakan PCR masa berlakunya 7 hari.

Jika tes Rapid dan PCR tidak tersedia di daerah asal, makan calon penumpang diharuskan mendapat surat keterangan bebas gejala influensa (influenza-like illness) dari dokter rumah sakit/ Puskesmas.

Ucap Edward,”Menteri Perhubungan sudah mengatakan tidak perlu lagi PCR, tes Rapid saja sudah cukup. Yang harus saya pikirkan bagaimana bagaimana biaya tes Rapid ini menjadi lebih murah dan jika bisa biaya Rp 50 ribu atau Rp 60 akan membuat minat orang untuk terbang menjadi lebih cepat”.

Seperti yang di tetapkan sesuai dengan ketentuan gugus tugas penganganan Covid-19, demi pencegahan Covid-19 ini, tes Rapid atau PCR memang diwajibkan untuk penumpang yang ingin terbang.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close