DESTINATION

Semarang Semakin Mempesona

 

Kota Semarang sebagai ibukota dari Jawa Tengah dalam catatan sejarah merupakan kota berasal dari abad ke-9, dikenal sebagai Pergota. Wilayah ini terletak di pesisir di laut Jawa pada posisi yang strategis bagi jalur perdagangan, wisata maupun pendidikan, tak heran jika menjadi percampuran etnis dari Asia bahkan Eropa. Kota Atlas ini, sekarang merupakan wilayah yang berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa.

Tentunya sebagai pintu gerbang Jawa Tengah, dunia menyebutkan sebuah kota dengan situs sejarah dan budaya yang banyak, monumen kolonial kuno masih berdiri dengan kokoh sampai saat ini. Kini metropolis yang berkembang pesat didukung dengan tujuan wisata yang patut untuk dijelajahi. Menyusuri untuk melihat pengaruh budaya yang berbeda ada di kota ini dan merupakan keunikan tersendiri.

pasar-semawis-claudyanancy-wordpress-com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Petilasan Laksamana Cheng Ho

Semarang sangatlah unik karena memiliki nilai sejarah yang berhubungan dengan Laksamana Cheng Ho, seorang pelaut Muslim dari Cina yang terkenal dengan perjalanan muhibahnya ke berbagai penjuru dunia dengan membawa misi damai dengan mengemban persahabatan. Bagi masyarakat sungguh menarik akan Kisah Laksamana Cheng Ho, hadirnya Cheng Ho sampai saat ini masih dapat dirasakan di saat mengunjungi Klenteng di kawasan Simongan, Semarang Barat.

Menurut kisah, saat Laksamana Cheng Ho berlayar melewati Laut Jawa ada seorang awak kapalnya yang sakit yaitu Wang Jinghong atau nama lainnya Dampo Awang atau Kiai Jurumudi Dampo Awang. Cheng Ho memerintahkan membuang sauh, kemudian merapat ke pantai utara Semarang dan mendirikan sebuah masjid di tepi pantai yang sekarang telah berubah fungsi menjadi Klenteng.

sam-poo-kong-panoramio-com

 

 

 

 

 

 

 

 

Klenteng ini lebih dikenal  dengan nama Klenteng Sam Poo Kong karena, orang Indonesia keturunan China menganggap bangunan itu adalah sebuah klenteng karena bentuknya berarsitektur China sehingga mirip sebuah Klenteng. Kita Akan merasakan sensasi serasa di Negeri Tirai Bambu, disamping karena bangunannya yang megah didominasi warna merah itu memiliki area 1.020 meter persegi, juga ditambah dengan banyaknya kepulan asap dupa dan bau hio.

 

Agama dan Budaya Hidup Dengan Damai

Klenteng ini dipercaya sudah berdiri sejak abad ke-15, setelah kedatangan Sam Po Tay Djien (Cheng Ho) di Jawa. Klenteng ini menjadi daya tarik tersendiri dengan bangunan yang berarsitektur Cina menjadikan tempat yang cocok untuk religi. Petilasan ini menjadi sebutan untuk bangunan peribadatan umat Tridharma yang terdiri dari penganut agama Budha, Kong Hu Cu dan Taoisme. Keunikan lainnya adalah pengguna Klenteng Sam Poo Kong ini tidak hanya umat Tridharma saja melainkan hampir semua umat beragama.

Klenteng Sam Poo Kong dipengaruhi oleh kebudayaan abad ke-14 terutama pada kebudayaan lokal Jawa pedalaman yang berpengaruh pada bentuk fisik bangunan Klenteng,  kebudayaan Cina sebagai sumber dari nilai-nilai keagamaan dan tata cara prosesi sembahyang yang dibawa oleh Laksamana Cheng Ho serta masyarakat Tiong Hoa yang tinggal dan menetap di daerah Pulau Tirang (nama kota Semarang pada waktu itu).

Daya tarik Semarang berikutnya, pada Maret 2011 tahun lalu di klenteng ini akan melihat patung raksasa Laksamana Cheng Ho setinggi 10,7 meter berbahan perunggu dengan berat sekitar 3,7 ton. Klenteng Sam Poo Kong terletak di Jalan Simongan 129, kurang lebih 3 km dari Simpang Lima ke arah barat daya. Dengan menggunakan kendaraan umum dari pusat kota sekitar 20 menit, turun di simpang Kali Garang dan lanjut jalan kaki karena tidak ada angkutan umum yang melewati jalan menuju Klenteng Sam Poo Kong.

 

Kota Lumpia

Tentunya kita sering mendengar kata Lumpia, makanan khas yang berasal dari Semarang ini terbuat rebung yang dibungkus dengan lembaran tepung, disajikan digoreng lebih dahulu atau tanpa digoreng. Lumpia selain berisi rebung dapat diisi dengan daging ayam atau sapi yang dirajang kecil-kecil, juga dapat disajikan dengan saos, untuk itu tidak aneh lagi selanjutnya mendapat julukan Kota Lumpia. Selain berwisata religi di Klenteng Sam Poo Kong, kita juga dapat menikmati sajian kuliner yang sanggup memanjakan lidah.

Diakui Semarang kaya beragam makanan yang hampir semuanya memiliki rasa manis, diberbagai sudut kota terdapat tempat makan dari tradisional hingga restoran berkelas. Cita rasa khas masakan membuat kangen pengunjung untuk datang ke Semarang.

lumpia-basah-lebay-us

 

 

 

 

 

 

 

 

Pasar Semawis

Pasar Semawis yang awalnya pasar malam di Kawasan Pecinan menjadi wisata Semarang yang sangat penting setelah diresmikannya hari Imlek sebagai libur nasional 2004. Pada saat itu terdapat ratusan stand yang menjajakan berbagai makanan.

Di Pasar inilah salah satunya berbagai sajian khas yang merupakan ikon kuliner Semarang mudah didapati seperti Nasi Gudeg mBok Sireng, Nasi Pindang dan Soto Sapi Bu Tris, Sate Sapi Pak Kempleng, Nasi Ayam Karangturi,  Nasi Goreng Babat dan Babat Gongso Kenangan, Bakmie Jawa, Nasi Goreng, Nasi Pecel, Nasi Pela, aneka sate, seafood dan soto dll.

Panganan lain yang harus dicicipi seperti Lumpia, Bandeng Presto, Ganjel Rel, Wingko Babat, Serabi Kuah Khas Kalicari, Tahu Pong dan Loenpia sayang untuk dilewatkan. Tak hanya itu, berbagai minuman dan makanan ringan juga bisa dijumpai di sini seperti Wedang Ronde, Wedhang Kacang Tanah, Wedang Tahu, aneka teh dengan berbagai merek tempo doeloe serta tak ketinggalan pula Es Conglik.

pasar-semawis-hariansemarangbanget-blogspot-com

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close