Ragam

SIMPLIFIKASI BISNIS PROSES IMPOR SPAREPART PESAWAT

Infopenerbangan – Terkait dengan kepabean, yang sedang diupayakan saat ini oleh INACA adalah simplifikasi bisnis proses impor sparepart pesawat.

Terganggunya ketersediaan suku cadang akan mempengaruhi program maintenance. Terganggunya maintenance akan menurunkan tingkat safety

“Berkaitan dengan masalah kepabean ini kemarin saya bertemu dengan Direktur Pabean Impor Bea Cukai, Pak Syarif Hidayat untuk mendiskusikan tentang apa yang selama ini menjadi kendala,” tutur Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja.

Namun Denon mengatakan, Bea Cukai ini sebetulnya adalah eksekutor. Pemilik hajatnya adalah departemen yang menginisiasi misalnya Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. Pabean adalah sebagai eksekutor di lapangan sesuai dengan mandat yang diberikan oleh kedua kementerian tersebut.

Namun demikian, lanjutnya, sebelum melakukan approach kepada kedua kementerian tersebut, perlu mengetahui terlebih dahulu kondisi existing di lapangan itu seperti apa.

“Apakah barang-barang yang masuk dalam kategori barang yang masuk larangan dan pembatasan (lartas) ini telah diimplementasikan secara sesuai. Juga apakah secara bisnis proses, bisa membantu kelancaran pelaku industri penerbangan, namun tetap bisa mencegah kegiatan-kegiatan yang bersifat fraud,” paparnya.

Ini adalah perjalanan panjang yang bertujuan untuk melakukan simplifikasi guna mendapatkan kemudahan mendapatkan barang-barang impor bagi anggota INACA.

“Hasil akhirnya nanti diharapkan akan ada penurunan dari departemen perindustrian maupun perdagangan berupa pengurangan list yang tercantum di pabean, dimana 49 persen masih masuk dalam kategori lartas. Kemarin disampaikan masih ada 28 persen yang masih terhenti di proses custom, namun sisanya yang 21 persen barang impor sudah masuk ke area pos border,” terang Denon.

Ia menjelaskan, pos border maksudnya sparepartnya bisa lewat dari custom, perijinannya bisa diurus kemudian. Jadi menurutnya ada relaksasi dari kepabean.

“Kita dari bisnis penerbangan tidak pernah beranggapan bahwa apa yang telah dilakukan oleh kepabean ini suatu proses yang menghambat industri, Justru proses dari kepabean ini diupayakan untuk memberikan kelancaran, tapi tanggung jawab pabean untuk mencegah illegal activity yang diminta oleh negara juga terpenuhi,” katanya.

Oleh karena itu nanti proses selanjutnya INACA akan duduk bersama-sama dengan pabean me-list satu persatu kategori dari barang-barang tersebut sesuai dengan harmonized system (sistem penamaan/penomoran produk/barang.red) dari masing-masing pihak.

Mengenai banyaknya persoalan yang perlu diselesaikan asosiasi, Ia berharap dapat dilakukan secara bertahap supaya hasilnya lebih konkrit. 

“Saya pikir saya ingin menyelesaikan dulu urusan administratif impor barang bagi member dari asosiasi ini. Begitu member menikmati hasil kerja kolaborasi antara asosiasi dengan pabean ini, baru saya merasa bahwa inilah sesungguhnya yang diharapkan oleh member asosiasi terkait approach kepada pemerintah. Nanti setelah selesai, kita lihat lagi apa yang perlu kita lakukan, jadi satu-satu,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait: MARWAH INACA UNTUK MENGEMBAN MISI ANGGOTA

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close