Highlight

Sultan Syarif Kasim II Landmark Pekanbaru

Anda tentu masih ingat PON XVIII 2012 dengan maskot Perahu Lancang Kuning yang digelar di Riau. Pekanbaru sebagai ibukotanya secara geografis dibelah oleh Sungai Siak yang mengalir dari barat ke timur. Kota ini memiliki beberapa anak sungai antara lain Sungai Umban Sari, Air Hitam, Siban, Setukul, Pengambang, Ukui, Sago, Senapelan, Limau, Tampan dan Sungai Sail.

Sungai Siak juga merupakan jalur perhubungan lalu lintas perekonomian rakyat pedalaman ke kota serta dari daerah lainnya.

Sejalan dengan berkembang dan meningkatnya kegiatan pembangunan dan pergerakan orang dari dan ke Riau, menyebabkan tuntutan maupun kebutuhan terhadap fasilitas dan utilitas perkotaan menjadi penting, salah satunya adalah bandar udara.

PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai pengelola bandar udara di wilayah barat Indonesia telah menghadirkan gerbang udara yang menunjang peran transportasi udara, baik domestik maupun regional.

Peningkatan Layanan
Komarudin, Finance Adm & Commercial Manager selaku Pelaksana Tugas General Manager Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyatakan bahwa airport ini sudah diresmikan pada 27 Maret lalu bersamaan dengan tiga bandar udara lainnya di bawah Angkasa Pura II.” Ini menandakan bahwa kami berkomitmen mendukung layanan penerbangan, baik di Riau maupun di Indonesia,” katanya kepada Aviasi.

“Walaupun tahapan pengembangan dan pembangunan belum rampung hingga Mei lalu, kami memiliki target khusus penyelesaiannya. Sebagai contoh, sebelum Lebaran pada Juli mendatang, pengoperasian tiga garbarata (jembatan penghubung ke pesawat) sudah dapat dilakukan,” katanya.

Menurutnya, SSK II sedang dalam proses penyelesaian pengembangan apron (area parkir pesawat). Nantinya, daya tampung pesawat lebih banyak, serta kenyamanan penumpang lebih ditingkatkan.
Belakangan ini, menurut pantauan Aviasi, penumpang yang tiba menuju terminal kedatangan atau hendak berangkat menuju pesawat difasilitasi dengan bus khusus.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ko­marudin bahwa pengoperasian bus ini tak lain juga menunjang kenyamanan pe­numpang, sebelum adanya garbarata.

“Untuk busnya pun kami tidak sembarangan, penumpang naik dan turun juga harus dipertimbangkan, seperti deck (lantai bus) yang lebih rendah, sehingga semua usia dapat melaluinya,” paparnya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close