DomestikHot NewsNews

Tinjau Progres Sertifikasi N219, MENRISTEK DIKTI Kunjungi PTDI

Infopenerbangan.com,- Bandung, 27 Februari 2017 – Menristek Dikti, Muhammad Nasir kunjungi PTDI untuk untuk melihat perkembangan proses sertifikasi pesawat N219. Kunjungan kerja ini dihadiri juga oleh Thomas Djamaluddin selaku Kepala LAPAN dan Direktur Utama PTDI, Budi Santoso beserta jajarannya.

Pesawat N219 merupakan pesawat penumpang dengan kapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23. Ide dan desain dari pesawat dikembangkan oleh PTDI dengan pengembangan program dilakukan oleh PTDI dan LAPAN.

Pesawat N219 telah melakukan berbagai pengujian, misalnya electrical grounding bonding test, leak test dan cleaning test di fuel tank, untuk memastikan tidak adanya kebocoran, selain itu telah dilakukan pengujian landing gear drop test dan electrical power test.

WhatsApp Image 2017-02-27 at 18.11.52Pesawat N219 prototype pertama saat ini masih berjalan proses yang disebut basic airframe dan basic system instalation.Beriringan dengan itu, PTDI juga sedang melakukan proses wing static test  dengan DGCA Kementerian Perhubungan.

Proses Sertifikasi Pesawat N219 Masih Berjalan

Dengan dukungan Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (CGCA) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, proses sertifikasi pesawat N219 berjalan sangat baik. Proses sertifikasi dilakukan pada dua aspek yaitu 1) Aspek design dan analisis dimana satu persatu dokumen yang dibuat oleh engineer PTDI diperiksa oleh tim Kementrian Perhubungan 2) Aspek pembangunan fisik pesawat prototype dimana tujuannya untuk memastikan bahwa part yang dibuat sudah sesuai dengan desain dari engineer.

Keberhasilan terbang perdana N219 sangat penting artinya bagi PTDI dan bagi Industri Dirgantara Indonesia. Karena merupakan pembuktian bahwa bangsa Indonesia mampu melakukan rancang bangun pesawat yang murni 100% hasil rekayasa anak bangsa. (*/NP)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close