
InfoPenerbangan,- Topan Bavi yang melanda kawasan Asia Timur pada pertengahan Juli 2026 mengakibatkan gangguan besar terhadap operasional penerbangan di sejumlah negara.
Ribuan jadwal penerbangan dari dan menuju China, Jepang, Taiwan, hingga beberapa negara Asia lainnya terpaksa dibatalkan demi menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Badai tropis berkekuatan tinggi tersebut mulai berdampak sejak 10 Juli 2026 setelah sebelumnya melintasi Kepulauan Mariana Utara dan Guam di Samudra Pasifik.
Selanjutnya, Topan Bavi bergerak menuju wilayah Asia, memengaruhi cuaca di Filipina, Jepang, China, Taiwan, serta beberapa negara di sekitarnya. Selain memicu evakuasi jutaan warga, cuaca ekstrem juga mengganggu aktivitas transportasi udara di berbagai bandara.
Maskapai di Hong Kong dan China Batalkan Puluhan Penerbangan
Sejumlah maskapai yang berbasis di Hong Kong mengambil langkah cepat dengan membatalkan puluhan penerbangan. Cathay Pacific, HK Express, Hong Kong Airlines, dan Greater Bay Airlines menghentikan lebih dari 40 jadwal penerbangan yang melayani berbagai destinasi di Asia.
Rute yang terdampak antara lain menuju Taipei, Kaohsiung, Okinawa, Ishigaki, hingga Zhoushan. Beberapa maskapai juga memberikan kemudahan bagi penumpang berupa perubahan jadwal tanpa biaya tambahan.
Jepang Terdampak, Ribuan Penumpang Harus Mengubah Rencana Perjalanan
Di Jepang, kondisi cuaca akibat Topan Bavi turut mengganggu operasional penerbangan, khususnya di wilayah Okinawa. Japan Airlines membatalkan puluhan penerbangan yang berangkat maupun tiba di Bandara Naha, Ishigaki, dan Miyako, sehingga ribuan penumpang harus melakukan penjadwalan ulang perjalanan mereka.
Sementara itu, All Nippon Airways (ANA) juga menghentikan seluruh layanan menuju dan dari Bandara Miyako serta Bandara Painushima Ishigaki selama periode cuaca buruk berlangsung.
Singapura dan Negara Asia Lain Ikut Terdampak
Dampak Topan Bavi juga dirasakan oleh maskapai yang beroperasi dari Singapura. Singapore Airlines bersama anak usahanya, Scoot, membatalkan sedikitnya 20 penerbangan menuju berbagai kota di Asia, termasuk Taipei, Tokyo, Seoul, dan Sapporo.
Selain itu, sejumlah penerbangan yang dioperasikan China Airlines, EVA Air, XiamenAir, Juneyao Airlines, dan Air China dari Singapura menuju Taipei, Fuzhou, maupun Shanghai juga mengalami pembatalan.
Taiwan Lakukan Penyesuaian Besar pada Jadwal Penerbangan
Taiwan menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh lintasan Topan Bavi. Berbagai maskapai penerbangan melakukan pembatalan maupun penyesuaian jadwal untuk penerbangan domestik dan internasional.
EVA Air menghentikan sebagian besar penerbangan yang beroperasi melalui Bandara Internasional Taoyuan dan Bandara Taipei Songshan. Tigerair Taiwan juga membatalkan sejumlah rute internasional menuju Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam.
Di sisi lain, UNI Air secara bertahap menghentikan layanan menuju beberapa pulau seperti Matsu, Penghu, dan Kinmen. Mandarin Airlines bahkan membatalkan seluruh penerbangan domestiknya, sedangkan Starlux Airlines mengingatkan bahwa penerbangan selama periode 9–12 Juli 2026 berpotensi mengalami keterlambatan, perubahan jadwal, maupun pembatalan.
Thailand, Malaysia, dan Vietnam Ikut Melakukan Pembatalan
Gangguan cuaca juga berdampak pada maskapai di Asia Tenggara. Thai Airways membatalkan beberapa penerbangan yang menghubungkan Bangkok dengan Taipei selama periode cuaca ekstrem.
Malaysia Airlines turut mengurangi operasional dengan membatalkan sejumlah penerbangan antara Kuala Lumpur menuju Taipei dan Shanghai. Sementara itu, Vietjet Air menghentikan sementara beberapa penerbangan menuju Taiwan, Bangkok, Sapporo, Okinawa, dan Osaka.
Penumpang Diimbau Memantau Informasi Terbaru
Bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan yang memiliki jadwal penerbangan menuju China, Jepang, Taiwan, atau negara lain yang terdampak, disarankan untuk rutin memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing.
Penumpang juga sebaiknya memanfaatkan fasilitas perubahan jadwal atau pengembalian tiket apabila tersedia. Mengingat kondisi cuaca masih dapat berubah sewaktu-waktu, informasi terbaru dari maskapai dan otoritas penerbangan menjadi acuan utama sebelum berangkat ke bandara.(*)
