Hot NewsInternasionalNews

United Airlines Dituntut Ke Pengadilan Oleh Seorang Penumpangnya

Infopenerbangan,- United Airlines harus berurusan lagi dengan penumpangnya, setelah sebelumnya terjadi insiden berdarah terhadap seorang dokter yang dipaksa turun dari pesawat, mengusir sepasang suami istri dari pesawat, seorang penumpang yang tengah menikmati makanannya malah digigit kalajengking.

Kali ini, United Airlines harus menelan pil pahit akibat dituntut seorang penumpangnya sebesar $ 150.000 AS ke pengadilan Amerika karena dirinya dipaksa berpindah tempat duduk dari kelas bisnis yang telah dipesannya dalam penerbangan ke London, Inggris dari Newark, New Jersey, AS.

Seperti diberitakan nydailynews, Selasa (25/4/2017), penumpang bernama Karen Shiboleth menyatakan, dirinya akan bertolak ke London untuk melanjutkan pendidikan magister di Kings College, London.

Lalu dia pun membeli tiket pesawat kelas ekonomi sebesar $1.498,90 AS untuk tempat duduk sebelah jendela dan kemudian menggunakan 60.000 poin miles American Express dan membayar tambahan biaya sebesar 498,56 dollar AS untuk naik ke kelas premium ekonomi.

Kemudian, Shiboleth kembali menaikkan kelas tempat duduknya saat di bandara, dengan membayar 1.149 dollar AS untuk pindah ke kelas bisnis. Namun, 10 menit sebelum pesawat lepas landas, kru pesawat menggenggam lengannya dan meminta dirinya pindah ke kursi nomor 21 yang terletak di bagian belakang pesawat.

Tidak hanya itu, Shiboleth juga sempat mengalami kekerasan secara verbal oleh kru maskapai, Dirinya dipanggil dengan sebutan vulgar di hadapan penumpang-penumpang maskapai lainnya.

Kru maskapai tidak memberikan penjelasan yang pasti alasan kenapa dia dipindahkan ke tempat duduk belakang, dan malah menawarkan voucher senilai 750 dollar AS pada pembelian tiket berikutnya.

Tidak terima diperlakukan seenaknya, Shiboleth menuntut United ke pengadilan pada Senin (24/4/2017) waktu setempat. Ia menuntut United membayar ganti rugi sebesar setidaknya $150.000 AS  sebagai kompensasi atas perbuatan maskapai itu.

Pihak maskapai juga tidak bisa memberikan komentar banyak mengenai masalah penuntutan ini. “Tujuan kami adalah memberikan layanan terbaik bagi seluruh penumpang kami,” katanya. Kami juga mengetahui pengarsipan dan juga peninjauannya, namun kami tidak bisa berkomentar lebih jauh karena proses pengadilannya yang tertunda,”tutupnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close