InternasionalNews

VIRGIN AUSTRALIA DIJUAL KE PERUSAHAAN AS AKIBAT RUGI BESAR

Infopenerbangan,- Kreditor Virgin Australia setuju untuk menjual maskapai ke perusahaan Bain Capital di Boston, Amerika Serikat (AS). Hal ini di lakukan setelah maskapai menghapus sejumlah rute penerbangan dan melakukan PHK pada 3.000 karyawan.

Dikutip dari Associated Press, maskapai Virgin Australia mengatakan kesepakatan dengan Bain senilai USD 2,5 miliar (sekitar Rp 36,8 triliun) akan membuat kreditor tanpa jaminan dibayar antara 9-13 sen dolar untuk meng klaim mereka.

Kreditor Virgin Australian memiliki hutang sekitar AUD 7 miliar (sekitar Rp 75 triliun) hal ini terjadi karena dampak pandemic covid-19 rapat tersebut di adakan secara online. Sebelumnya administrator telah mendatangani perjanjian dengan Bain Capital.

Paul Scurrah selaku Direktur Eksekutif Virgin Australia mengatakan untuk menghindari kebangkrutan penjualan dilakukan lebih awal dan mereka dapat fokus untuk masa depan, termasuk melanjutkan kompetisi dengan Qantas Airways.

Keputusan Virgin Australia untuk menjual maskapai akhirnya diambil setelah pemerintah Australia menolak memberikan pinjaman sebesar AUD 1,4 miliar (sekitar Rp 15 triliun).

Scurrah mengatakan,”Ini penting untuk Australia memiliki dua maskapai penerbangan besar untuk pilihan konsumen, harga tiket pesawat, dan untuk membantu mendukung pemulihan sektor pariwisata Australia yang kuat setelah krisis ini berakhir,”.

Langkah ini juga dianggap dapat memberikan kepastian kepada karyawan dan memberikan peluang bagi pemodal untuk melanjutkan bisnis.

Sebelumnya Scurrah mengatakan maskapainya akan mengurangi tenaga kerja menjadi 6.000 orang dan menghentikan rute jarak jauh dari Australia ke Los Angeles dan Tokyo.

Maskapai yang berbasis di Brisbane itu juga berencana melepas pesawat Boeing 777 dan Airbus A330. Mereka akan menggunakan Boeing 737 dan beberapa pesawat kecil untuk penerbangan regional dan charter. Selain itu, anak perusahaannya yaitu maskapai Tigerair akan berhenti dioperasikan.

Pemegang saham terbesar Virgin Australia yaitu Singapore Airlines dan Etihad Airways, konglomerat dari China Nansan Group, HNA Group dan yang terakhir yaitu Branson memegang 10 persen sahan Virgin Australia.  

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close