News

WEBINAR BALITBANGHUB TENTANG PENERBANGAN : EFEKTIVITAS PERATURAN DAN STANDAR KESEHATAN SARANA PRASARANA

Infopenerbangan,- Pada hari Rabu tanggal (16/0/2020) Umiyatun Hayati Triastuti selaku Kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Pehubungan (Balitbanghub) membuka Webinar Series Tentang Penerbangan.

Pada Webinar ini tema besar yang diangkat adalah “Efektivitas Peraturan, Standar Kesehatan Sarana Prasarana Transportasi Udara, dan Perubahan Perilaku Penggun Jasa Menuju Terbang Aman dan Nyaman”.

Tujuan diadakannya Webinar ini Umiyatun menyampaikan untuk memperoleh masukan dan saran dari empat Perguruan Tinggi UI, ITS, ITB dan UGM.

“Webinar yang di adakan ini sebagai tindak lanjut dari kesepakan dengan empat perguruan tinggi terkait transportasi di masa pandemi Covid-19” pungkasnya.

Umiyatun bersama-sama dengan empat Perguruan Tinggi telah melakukan kajian dan penelitian terkait transportasi di masa pandemi covid-19.

Pada penelitian transportasi udara ini dilakukan oleh Universitas Indonesia dengan beberapa kajian.

Isu dukungan fiskal dan non fiskal disampaikan sangat diperlukan oleh peserta diskusi.

Dukungan fiskal yang paling banyak disuarakan yaitu upaya untuk relaksasi pembayaran ke mitra baik dalam bentuk program pemulihan keuangan di sektor penerbangan.

Dukungan non fiskal meliputi itegrasi online pemeriksaan syarat administratif, perpanjangan jangka waktu lisensi personil ground handing, pass bandara, sertifikat operasi dan izin operasi ground handing.

Selain itu ada penerapan upaid leave, mendorong ASN menggunakan jasa penerbangan dan negosiasi border policy dengan negara tetangga dan travel bubble.

Opsi travel bubble ini sejalan dengan inovasi di beberapa negara seperti Thailand, China, Japan dan South Korea.

Protokol kesehatan juga sebagai pilar utama dalam membuka sektor penerbangan di tengah pandemi covid-19 ini.

Dengan mengikuti panduan Internasional dan Nasional, protokol kesehatan diperlukan bagi seluruh aspek penerbangan dengan sasaran regulator, operator bandara, maskapai dan penerbangan.

ICAO mengatakan mengenai Facilitation “Mewajibkan negara-negara anggotanya teremasuk indonesia dalam hal terjadi suatu keadaan dalam bertransportasi udara yang dapat mengganggu kesehatan seperti wabah/pandemi maka wajib melaksanakan kegiatan udara yang sesuai dengan Peraturan Kesehatan Internasional yang dikeluarkan oleh World Health Organitazion (WHO),”

Selain itu ada beberapa kewajiban pemerikasaan kesehatan dan memastikan penumpang sehat itu perlu dilakukan dengan kaji mandiri dan analisa zonasi wilayah, pemeriksaan PCR Swab Test dan self-assessment.

Peraturan Nasional yang di sampaikan pada Webinar yaitu ketentuan SE No. 7/2020 dan No. 9/2020 Gugus Tugas tentang “Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Kewajiban memiliki surat keterangan sehat dengan melampirkan hasil uji PCR atau Rapid test,”

Selain itu dari Permenhub 18/2020 tentang “Protokol kesehatan yang harus dipenuhi oleh pengguna, operator dan awak sarana transportasi” dan Permenhub 41/2020 tentang “Pembatasan jumlah penumpang dari jumlah kapasitas tempat duduk menjadi penerapan pembatasan jarak (physical distancing),”

IATA juga menyebutkan protokol kesehatan di bandara yaitu :

  • Penumpang di bandara diukur suhunya dengan pengukur non-kontak terkalibrasi (bila demam berarti penumpang tidak boleh terbang dan harus mengikuti prosedur karantina).
  • Menggunakan masker bedah 3-ply dan face shield.
  • Menerapkan protokol kesehatan : etika batuk bersin, cuci tangan, memakai/melepas masker dan physical distancing (1-2 meter).
  • Memperhatikan edukasi protokol kesehatan + perubahan proses penerbangan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close