Highlight

30 BEYOND BALI, JURUS MAUT DONGKRAK PEREKONOMIAN NASIONAL

Infopenerbangan – Upaya yang perlu dilakukan guna membangun sektor pariwisata nasional selain pembenahan Daerah Tujuan Wisata (DTW) dan mengembangkan penerbangan sea plane adalah implementasi program “30 Beyond Bali”yaitu pengembangan 30 destinasi pariwisata diluar Bali.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah dalam hal ini Kemenpar tengah gencar menggaungkan program “10 Bali Baru” yaitu pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas antara lain, Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Namun kedepan diharapkan pemerintah bisa lebih memperluas dan menambah lagi titik-titik potensial pariwisata kearah  “30 Beyond Bali”. Pasalnya, dalam program “10 Bali Baru”, pemerintah belum memasukkan Bunaken, Manado dan Raja Ampat, Sorong yang sebenarnya memiliki potensi besar mendatangkan wisatawan mancanegara.

30 destinasi tersebut antara lain, destinasi 10 Bali Baru ditambah 20 destinasi tambahan yakni, Pulau Weh, Simeuleu, Nias, Taman Nasional Siberut, Mandeh, Natuna, Enggano, Karimunjawa, Gili Trawangan, Labuan Balikpapan, Derawan, Sombori, Bunaken, Likupang, Nihiwatu, Teluk Jailolo, Banda Neira, Pasir Panjang Kei, Raja Ampat dan Danau Sentani Papua.

Jika mengacu pada target wisman 2019 yang sebanyak 17-20 juta orang, maka devisa yang bisa diraih oleh Indonesia sekitar 16-18 juta US Dollar.

Dengan diimplementasikannya program ini, diharapkan akan mampu mendongkrak perekonomian khususnya perekonomian daerah sekaligus menumbuhkembangkan bisnis penerbangan nasional. (Galih Raden/Trend Aviation)

Link Terkait: MENATAP MASA DEPAN PARIWISATA NASIONAL Mohon bantu vote jika Anda sependapat.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close