DomestikHot NewsNews

Alami Kendala Teknis, Airfast Mendarat Darurat di Pantai Batam

Infopenerbangan,- Pesawat jenis twin otter milik Airfast Indonesia terpaka mendarat darurat di Pantai Ocarina, Batam, Sabtu (10/3/2018).

Untungnya, awak kabin dan penumpang yang berwarga negara asing tidak cedera dan selamat. Warga asing yang berasal dari Amerika Serikat, Australia dan Afrika.

Pesawat tersebut akhirnya meninggalkan pesisir pantai kawasan Ocarina, sekitar pukul 7:30 WIB.

Setelah mendapat perbaikan khusus dari Teknisi Airfast Indonesia pada Sabtu (10/3/2018) malam.

General Manager Bandara Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, pesawat amfibi baling-baling ganda PK OCK mendarat darurat karena salah satu komponen pesawat yakni landing gear atau hidrolik roda pendaratannya rusak dan tidak bisa terbuka.

“Pesawat buatan Amerika ini adalah pesawat carter, yang dipesan salah satu perusahaan di Singapura untuk mengangkut penumpang dari Singapura yang hendak menikmati indahnya panorama Pulau Bawah. Saat di udara semua mesin tak ada masalah, hanya saja sistem hidrolik di roda pendaratannya tak bisa terbuka saat hendak landing di Bandara Hang Nadim,” ujar Suwarso.

Pilot pesawat Airfast Indonesia, lanjut Suwarso, saat berada di udara mencoba perbaiki sistem hidrolik saat di udara melalui panel di kokpit pesawat.

Ternyata hidrolik roda pendaratan tersebut tak bisa diperbaiki dalam waktu singkat di udara.

“Dari situlah pilot memutuskan mencari alternatif pendaratan terdekat dari titik penerbangannya. Ada dua alternatif titik yang dipilih awalnya, yakni di perairan Marina dan di pantai Ocarina,” terang Suwarso.

Dari dua titik alternatif pendaratan tersebut, lanjutnya, dipilihlah pantai Ocarina. Pertimbangan pilot saat itu, pantai Ocarina posisinya lebih dekat dari Bandara Hang Nadim Batam. (*/NP)

Related Articles

1 thought on “Alami Kendala Teknis, Airfast Mendarat Darurat di Pantai Batam”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close