News

BANYAK ALAMI INSIDEN, CEO BOEING MUNDUR DARI JABATAN

InfoPenerbangan,- CEO Boeing Dave Calhoun menyatakan akan mundur dari jabatannya. Rencananya, Calhoun akan meletakkan jabatannya pada akhir tahun ini.

Hal ini terjadi setelah produk Boeing mengalami rentetan insiden yang mengancam keselamatan penumpang.

Boeing telah banyak dilanda insiden selama lebih dari lima tahun pada pesawatnya, termasuk dua kecelakaan fatal Boeing 737 MAX pada tahun 2018 dan 2019 yang menewaskan 346 orang.

Dan juga Insiden yang lumayan disorot adalah saat Januari lalu, ketika panel penutup pintu Boeing 737 MAX 9 milik maskapai penerbangan Alaska Airlines meledak di tengah penerbangan. Walaupun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini tetapi pesawat melakukan pendaratan darurat.

Akibat ledakan tersebut, terdapat lubang yang menganga di bagian kabin pesawat. Calhoun menuturkan dirinya memutuskan untuk mundur dari jabatannya.

“Ini memberi perhatian bagi mereka bahwa di akhir tahun ini saya berencana mundur,” ujarnya. Selasa (26/3/24).

Ia bertahan sampai akhir tahun dengan tujuan menyelesaikan isu soal mutu produk pesawat Boeing. COO Stephanie Pope ditunjuk untuk memimpin Boeing Commercial Airplanes. Ia menjalani peran barunya berlaku efektif.

Mengenai sejumlah insiden yang dialami pesawat Boeing, Calhoun sedikit memberikan respons. “Mata dunia menatap kita dan saya tahu kita akan melewati momen ini menjadi perusahaan lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, soal keselamatan dan kualitas produk mesti terus menjadi perhatian perusahaan.

“Kecelakaan pada nomor penerbangan 1282 Alaska Airlines merupakan momen penting bagi Boeing. Kita harus terus meresponsnya dengan kerendahan hati dan transparan.” kata Dave Calhoun.

Dave Calhoun akan digantikan oleh mantan CEO Qualcomm, Steve Mollenkopf. Perusahaan juga mengumumkan bahwa Stan Deal, CEO Boeing Commercial Airplanes, pensiun.

Stephanie Pope, Chief Operating Officer (COO) Boeing sejak Januari, akan segera menggantikan posisinya.

Bulan lalu, pihak regulator di AS telah mendesak Boeing dalam kurun 90 hari mesti menyerahkan rencana mengenai kendali mutu produk mereka.

Federal Aviation Administration (FAA) menekankan Boeing mesti berkomitmen pada isu keselamatan ini dan melakukan peningkatan untuk perusahaan tersebut.

Dan ada kabar terbaru, tepatnya pada awal bulan ini terjadi insiden. Yaitu pesawat Boeing 777 yang terbang menuju Jepang terpaksa harus mendarat darurat akibat salah satu roda pesawat jatuh di area parkir Bandar Udara tak lama setelah lepas landas dari San Francisco.

Hal itu juga menyebabkan sejumlah kerusakan yang lumayan merugikan dan insiden tersebut telah dilakukan penyelidikan oleh pihak berwenang. Setelah insiden Boeing pada Januari, para eksekutif perusahaan masih mendukung Calhoun.

Namun, dukungan itu terus terkikis setelah produksi manufaktur tertunda dan pihak regulator mempertanyakan detail mengenai mutu produk di pusat produksi Seattle.

Investor menilai, pergantian pimpinan tak hanya cukup untuk mengatasi masalah Boeing. Saham Boeing juga lumayan anjlok setelah terjadi banyak insiden pada Januari.

“Mereka butuh aksi yang bukan sekadar mengganti CEO dan dewan direktur,” ujar Robert Pavlik,  selaku manajer senior portofolio di Dakota Wealth.

Boeing juga sedang menjalani penyelidikan federal dan otoritas AS menghentikan produksi di tengah upaya Boeing memperbaiki tingkat keselamatan pesawat dan masalah mutu.

Michael O’Leary, pimpinan Ryanair, salah satu konsumen besar Boeing menyambut langkah Boeing.

Menurutnya memang perlu perubahan manajemen dan baik bagi konsumen seperti maskapai penerbangan yang dipimpinnya.

CEO Ryanair, Michael O’Leary, mengatakan minggu lalu bahwa setiap kali mereka menerima pengiriman jet Boeing, mereka menghabiskan 48 jam untuk memeriksa pesawat dan memeriksa kesalahan, kelalaian, atau apa pun yang dapat mengurangi terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

“Meski tidak menemukan sesuatu yang besar dalam pemeriksaan, kami sering kali menemukan masalah kecil seperti perkakas di bawah papan lantai dan pegangan kursi yang hilang, yang menunjukkan, menurut saya, kurangnya perhatian terhadap masalah kualitas detail di Boeing,” ujarnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close