News

BENGKEL PESAWAT MILIK LION AIR DI BATAM, BERPOTENSI HEMAT DEVISA 26 TRILIUN PERTAHUN

InfoPenerbangan,- Pusat perawatan dan pengerjaan penanganan perbaikan pesawat udara atau Maintenance, Repair, Overhaul (MRO). Batam Aero Technic (BAT) milik Lion Air Group berpotensi menghemat devisa rata-rata 30-35 persen dari perawatan maskapai nasional. Nilainya mencapai Rp 26 triliun per tahun.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, sebagai kawasan BAT, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) diperkenalkan pada 12 Juni 2021. Sesuai PP No 67 Tahun 2021 dan memenuhi kualifikasi rencana bisnis yang mampu memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional khususnya industri aviasi.

“Pengembangan KEK dari BAT ini diharapkan berpotensi menghemat devisa 30-35 persen. Dari kebutuhan MRO maskapai penerbangan nasional senilai Rp 26 triliun per tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri,” ujar dia lewat keterangan tertulis Minggu (6/11/2022).

Menurut Danang, KEK BAT optimis akan mampu mendorong perseroan untuk terus meningkatkan utilisasi dan optimalisasi dari kapabilitas yang dimiliki saat ini. Dia berharap BAT bisa mewujudkan perawatan pesawat yang terintegrasi sehingga menekan angka pekerjaan berbagai perawatan pesawat ke luar negeri. 

Bengkel pesawat yang mulai beroperasi pada 2014 itu bakal membangun delapan hanggar yang bisa menampung 24 pesawat udara tipe berbadan sedang (narrow body) seperti Boeing 737 dan Airbus 320. Sehingga meningkatkan serapan kebutuhan perawatan pesawat nasional dan internasional, serta meminimalisir jumlah pekerjaan MRO yang dikirim ke luar negeri. 

“BAT memiliki sekitar 2.000 personel. Dengan target nilai investasi pada 2023 yaitu Rp 1,24 triliun. Serta nilai investasi mencapai Rp 7,29 triliun serta dapat menyerap tenaga kerja berkisar 9.976 orang pada 2030,” kata Danang.

Danang juga menargetkan kemampuan dan kapabilitas BAT mampu mendukung dan memenuhi pasar Asia Pasifik. Prediksinya mempu mendukung sekitar 12.000 unit pesawat udara dengan nilai bisnis berkisar US$ 100 miliar pada 2025.

BAT yang kini menjadi salah satu KEK, kata Danang, merupakan sinergi positif bagi sektor aviasi. Iklim usaha yang diciptakan oleh pemerintah. Menurut dia, sangat mendukung pertumbuhan dan pengembangan di Indonesia.

“Dalam hal ini, pelaku usaha di bidang industri penerbangan khususnya jasa angkutan udara sangat merasakan bantuan dan dukungan dari pemerintah,” ucap Danang. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close